Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka mengakui bahwa pabrikan asal Brackley tersebut harus melakukan evaluasi ulang terhadap komponen pengembangan terbaru pada mobil W17 di ajang Formula 1 2026. Meskipun sempat memasang target tinggi usai memperkenalkan paket aerodinamika masif pada awal musim, hasil di lintasan menunjukkan performa yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi awal tim.
Perjalanan pengembangan mobil W17 musim ini memang diwarnai eksperimen strategi yang cukup berani dari garasi Silver Arrows. Ketika menghadapi akhir pekan balap di Sepang, manajemen tim sempat mengambil langkah terbelah dengan memasang paket anyar pada mobil Kimi Antonelli, sementara George Russell tetap mempertahankan spesifikasi komponen versi sebelumnya demi keperluan perbandingan data telemetri.
Kendati Antonelli mampu mengamankan posisi podium kedua di belakang sang juara bertahan Max Verstappen sementara rekan setimnya mengalami kendala teknis hingga gagal finis, karakteristik unik sirkuit membuat para insinyur belum bisa mengambil kesimpulan final. Evaluasi menyeluruh baru benar-benar dilanjutkan ketika kedua pembalap secara serentak menggunakan spesifikasi komponen mutakhir tersebut pada seri balapan berikutnya di benua Amerika.

Menanggapi situasi pelik ini, Wolff menjelaskan bahwa karakteristik mobil generasi terbaru menuntut pendekatan filosofi setelan yang jauh berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya. "Saya pikir mobil baru ini membutuhkan filosofi setelan yang sangat berbeda dari mobil sebelumnya, dan inilah yang sedang kami pelajari saat ini," ujar Wolff ketika memberikan keterangan resmi kepada awak media di paddock.
Lebih lanjut, petinggi asal Austria tersebut menambahkan bahwa paket pembaruan ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar sebelum bisa dikatakan benar-benar sukses. "Apakah paket ini memiliki performa seperti yang kami harapkan dari peningkatan tersebut? Saya rasa belum sepenuhnya, tetapi ini adalah langkah ke arah yang benar, dan kami harus terus mengonsolidasikannya karena ini krusial untuk arah pengembangan tahun depan," imbuhnya.
Sementara itu, keluhan serupa turut dilontarkan oleh George Russell yang kesulitan menemukan ritme balap optimal akibat jendela kerja ban dan setelan yang terlampau sempit. Pembalap asal Inggris tersebut membandingkan situasi kontras ini dengan kesuksesan paket upgrade di Montreal sebelumnya, di mana komponen baru bisa langsung dirasakan manfaat positifnya secara instan di atas aspal oleh pembalap tanpa harus meraba-raba.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!