Formula 1, Sportrik Media - Team principal Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa Red Bull Racing saat ini menjadi benchmark di grid Formula 1 setelah performa impresif mereka pada hari pertama tes pramusim di Bahrain.
Max Verstappen menjalani sesi pagi yang produktif dengan menyelesaikan 65 lap menggunakan RB22 dan mencatatkan waktu tercepat di antara seluruh pembalap. Hasil tersebut mempertegas kesiapan Red Bull memasuki era regulasi power unit 2026 yang sepenuhnya baru.
Musim ini menjadi tonggak penting bagi Red Bull karena untuk pertama kalinya mereka menggunakan power unit buatan sendiri melalui Red Bull Powertrains, yang dikembangkan bekerja sama dengan Ford. Setelah menunjukkan indikasi positif pada shakedown di Barcelona bulan lalu, performa di Bahrain memperkuat persepsi bahwa mereka telah memulai musim dalam kondisi sangat kompetitif.
“Saya berharap mereka lebih buruk dari yang terlihat sekarang,” ujar Wolff kepada media termasuk RacingNews365. “Mobil dan power unit mereka adalah benchmark saat ini.”
Ia menambahkan bahwa kombinasi teknis tersebut semakin kuat dengan kehadiran Verstappen di balik kemudi.
“Dan tentu saja jika Anda memiliki Max di mobil itu, kombinasi tersebut menjadi sangat kuat.”
Regulasi power unit 2026 membawa perubahan signifikan, termasuk peningkatan output baterai yang kini setara dengan mesin pembakaran internal. Konsekuensinya, manajemen dan deployment energi menjadi faktor strategis utama dalam menentukan performa satu lap maupun konsistensi jangka panjang.
Wolff secara khusus menyoroti bagaimana Red Bull mampu mengoptimalkan deployment energi pada lintasan lurus.
“Lihat deployment energi mereka hari ini. Mereka mampu mengeluarkan jauh lebih banyak energi di lintasan lurus dibanding tim lain,” jelasnya.
Menurutnya, keunggulan tersebut bukan hanya terlihat pada satu putaran cepat, tetapi juga dalam rangkaian lap beruntun.
“Kita berbicara hampir satu detik per lap dalam beberapa lap berturut-turut. Pada satu lap mungkin kita pernah melihatnya sebelumnya, tetapi sekarang kita melihatnya selama 10 lap berturut-turut dengan pola deployment yang sama.”
Ia menegaskan bahwa meskipun ini baru hari pertama tes resmi, Red Bull telah menetapkan standar performa awal.
“Sebagai hari pertama tes resmi, tentu dengan segala catatan yang menyertainya, saya rasa mereka telah menetapkan benchmark.”
Ketika ditanya apakah Mercedes mampu menyamai pola deployment energi tersebut saat ini, Wolff menjawab singkat.
“Hari ini, tidak.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama Mercedes dalam sisa program pengujian akan tertuju pada optimalisasi manajemen energi dan korelasi data power unit. Dengan regulasi baru yang menempatkan keseimbangan tenaga listrik dan pembakaran sebagai kunci, keunggulan awal Red Bull dapat menjadi faktor penentu dalam fase awal musim.
Namun seperti lazimnya tes pramusim, konfigurasi bahan bakar, mode mesin, serta program pengujian masing-masing tim masih bervariasi. Gambaran kompetitif yang lebih akurat baru akan terlihat mendekati Grand Prix pembuka di Melbourne.
Untuk saat ini, berdasarkan evaluasi internal Mercedes, Red Bull memulai 2026 sebagai tolok ukur performa di era regulasi baru Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!