MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Yamaha MotoGP Toprak Razgatlioglu terus menambah jarak tempuh dan pengalaman di Sirkuit Sepang dalam proses adaptasinya sebagai rookie MotoGP 2026, setelah mengikuti Sepang Shakedown dan melanjutkan ke hari pertama tes kolektif bersama seluruh grid pada Selasa.
Juara World Superbike tiga kali tersebut menyelesaikan hari keempat pengujian di Malaysia dengan catatan waktu 1:58,887, berada di posisi ke-20. Ia hanya terpaut tipis dari rookie MotoGP lainnya, Diogo Moreira, yang mencatatkan 1:58,682 pada debutnya di kelas utama. Fokus utama Razgatlioglu tetap pada pemahaman karakter Yamaha YZR-M1 bermesin V4, bukan pada posisi klasemen.

Selama sesi, Razgatlioglu terlihat bereksperimen dengan konfigurasi jok belakang yang berbeda, termasuk penggunaan jok lama yang terhubung dengan paket aerodinamika. Perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan stabilitas pengereman dan kontrol bagian belakang motor, dua area yang menjadi titik perhatian utama dalam transisinya dari Superbike ke MotoGP.

Motor ini sedikit berbeda karena tingginya.
Pada akhirnya, saya menggunakan jok yang lebih tinggi, yang lama, dengan aerodinamika.
Saya merasa lebih baik karena motor ini lebih mudah direm, bagian belakangnya lebih mudah dikendalikan.
Saya juga merasa sedikit lebih baik di beberapa tikungan saat membuka gas.
Razgatlioglu menjelaskan bahwa penggunaan jok lama dengan sayap aerodinamika memberi keuntungan tertentu, meski masih menimbulkan tantangan ergonomi. Ia menilai tinggi jok dan posisi tubuh masih menjadi aspek yang perlu disesuaikan untuk mendapatkan rasa percaya diri penuh di atas M1.
Mungkin besok pagi saya akan langsung menggunakan jok lama, karena sekarang sayap sangat penting.
Saya sangat senang dengan setang yang baru, tetapi di beberapa tikungan saya tidak mudah membungkuk karena terlalu tinggi.
Jika saya harus menurunkan setang, itu cukup sulit untuk disesuaikan.
Namun kita lihat saja besok, karena saat ini kondisinya belum terlalu buruk.
Terkait aspek pengereman dan gaya berkendara, Razgatlioglu menegaskan bahwa ia masih berada dalam fase belajar dan harus melakukan perubahan signifikan dibandingkan pendekatannya di World Superbike. Ia menyebut bahwa beberapa tikungan menuntut teknik yang lebih menyerupai gaya Moto2, sesuatu yang belum sepenuhnya natural baginya.
Saya masih belajar sedikit demi sedikit, terutama di beberapa tikungan.
Saya belum bisa mempertahankan kecepatan di tikungan, tetapi saya mencoba mengubah gaya mengemudi saya.
Ini tidak mudah untuk dilakukan, tetapi saya membutuhkannya.
Di beberapa tikungan, saya harus mengendarai motor dengan gaya seperti Moto2, dan saat ini itu sangat sulit bagi saya.
Tes Sepang menjadi fase krusial bagi Toprak Razgatlioglu untuk memahami tuntutan teknis MotoGP, terutama dalam hal ergonomi, aerodinamika, dan gaya berkendara. Dengan fokus pada pembelajaran ketimbang waktu putaran, progres yang ia bangun di Malaysia akan menjadi fondasi penting menjelang tes berikutnya dan langkah awalnya dalam musim debut MotoGP 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!