MotoGP, Sportrik Media - Toprak Razgatlioglu bersama Yamaha MotoGP menekankan peran krusial Andrea Dovizioso dalam proses adaptasinya ke kelas utama musim 2026.
Razgatlioglu, yang datang sebagai juara WorldSBK, menghadapi tantangan signifikan dalam menyesuaikan gaya berkendara dari karakter Superbike ke MotoGP. Kompleksitas motor prototipe, terutama dalam hal aerodinamika, pengereman, serta manajemen kecepatan tikungan, menuntut pendekatan teknis yang berbeda. Dalam konteks ini, pengalaman panjang Dovizioso di MotoGP menjadi referensi utama bagi pembalap asal Turki tersebut.
Dovizioso, yang pernah menjadi runner-up dunia bersama Ducati serta memiliki pengalaman bersama Honda dan Yamaha, kini menjalankan peran sebagai penasihat performa pembalap. Keterlibatannya tidak hanya terbatas pada analisis data, tetapi juga observasi langsung di lintasan untuk membantu Razgatlioglu memahami pendekatan optimal dalam berbagai kondisi balap.

"Dovi adalah pembalap yang sangat berpengalaman. Saya selalu mempercayainya dan mendengarkannya," ujar Razgatlioglu.
"Terkadang dia mengamati dari trackside dan selalu mencoba membantu saya menemukan arah yang tepat."
Meski demikian, implementasi masukan teknis tersebut di lintasan tidak selalu berjalan mudah. Razgatlioglu mengakui adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis dan eksekusi praktis, terutama dalam menyesuaikan teknik pengereman dan menjaga kecepatan minimum di tikungan.
"Dia menjelaskan semuanya, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Namun saya tetap mempercayainya."

Setelah mencatat poin pertamanya di Circuit of the Americas, Razgatlioglu melanjutkan ke Jerez, sirkuit yang familiar baginya dari WorldSBK. Namun, karakteristik Yamaha M1 terbaru tetap menghadirkan tantangan, bahkan di lintasan yang dikenal. Performa Fabio Quartararo juga menunjukkan penurunan dibanding musim sebelumnya, menegaskan bahwa adaptasi terhadap paket baru masih berlangsung di dalam tim.
Fokus utama Razgatlioglu tertuju pada peningkatan performa di tikungan cepat, khususnya di sektor yang membutuhkan stabilitas dan rotasi motor yang optimal. Ia mengidentifikasi understeer sebagai kendala utama, yang memaksanya mempertahankan pengereman lebih lama dan berdampak pada akselerasi keluar tikungan.
Selain itu, faktor eksternal seperti angin juga memengaruhi performa, terutama dengan konfigurasi aerodinamika MotoGP yang lebih kompleks. Perbedaan signifikan dibanding motor WorldSBK sebelumnya menjadi tantangan tambahan dalam menemukan konsistensi performa.
Dengan selisih waktu yang masih cukup besar terhadap pembalap terdepan seperti Marco Bezzecchi, serta perbandingan langsung dengan rekan setim dan pembalap Yamaha lainnya, proses adaptasi Razgatlioglu diperkirakan masih membutuhkan waktu. Perkembangan ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saingnya menjelang seri-seri berikutnya dalam kalender MotoGP 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!