Advertisement Sportrik
15s

Toprak Razgatlioglu Akui Masih Cari Batas Yamaha M1 di MotoGP

Toprak Razgatlioglu Akui Masih Cari Batas Yamaha M1 di MotoGP
Toprak Razgatlioglu MotoGP © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Toprak Razgatlioglu mengakui proses adaptasinya di MotoGP masih jauh dari selesai setelah menuntaskan tes pramusim kedua bersama Yamaha di Thailand, dengan fokus utama pada kurangnya kepercayaan diri terhadap bagian depan motor.

Toprak Razgatlioglu Akui Masih Cari Batas Yamaha M1 di MotoGP
Toprak Razgatlioglu MotoGP © Michelin

Pembalap asal Turki tersebut, yang sebelumnya menjadi salah satu ikon World Superbike, menilai transisi ke MotoGP sebagai fase pembelajaran yang menuntut perubahan gaya balap secara signifikan. Dalam sesi time attack di Buriram, ia mencoba mengikuti rekan setimnya, Jack Miller, namun langsung kehilangan waktu sejak sektor pertama.

“Saya mencoba mengikuti Jack di lap tercepat, tetapi saya kehilangan jejaknya setelah dua tikungan,” ujarnya.

Toprak Razgatlioglu Belum Percaya Ban Depan Michelin
Baca JugaToprak Razgatlioglu Belum Percaya Ban Depan Michelin

Razgatlioglu mengaku terkejut melihat bagaimana Miller membawa motor masuk ke tikungan dengan sudut kemiringan dan kecepatan tinggi. Menurutnya, kunci performa tersebut terletak pada rasa percaya diri terhadap bagian depan motor — aspek yang saat ini masih menjadi kelemahannya.

“Saat saya melihat Jack masuk ke tikungan pertama, saya pikir dia akan jatuh. Tapi dia bisa berbelok dengan sangat baik, dan saya terkejut.”

Ia menjelaskan bahwa selama ini dirinya cenderung mengendarai motor dengan pendekatan lebih hati-hati saat fase mid-corner karena belum sepenuhnya memahami batas cengkeraman ban depan pada Yamaha M1.

ADVERTISEMENT

“Saya biasanya berkendara cukup santai karena saya belum terlalu percaya diri dengan ban depan. Saya hanya percaya diri saat pengereman. Saat menikung, saya belum benar-benar memahami batasnya.”

Dalam refleksi yang cukup jujur, Razgatlioglu bahkan menyebut kemungkinan perlu mengalami insiden untuk benar-benar memahami limit motor.

“Mungkin untuk memahami batasnya, saya harus mengalami kecelakaan,” katanya.

Meski mencatatkan waktu terbaik 1:30,7, ia menilai masih ada potensi besar yang belum tergali. Kehadiran Miller di sisi lain garasi justru menjadi keuntungan karena akses data telemetri mempermudah proses pembelajaran.

“Ini positif karena dia rekan satu tim saya. Lebih mudah melihat datanya, dan untuk saat ini ini arah yang benar.”

ADVERTISEMENT

Di tengah proses adaptasi yang menantang, Razgatlioglu juga mendapat dukungan dari rekan setimnya, Fabio Quartararo, yang menyarankan agar ia tetap tenang dan sabar menjalani fase transisi ini.

“Dia menyarankan saya untuk tetap tenang. Terkadang motivasi saya turun, tapi itu normal karena saya sedang belajar.”

Bagi Razgatlioglu, tantangan saat ini bukan semata soal performa teknis ban atau set-up, melainkan membangun kepercayaan diri penuh terhadap karakter motor MotoGP yang sangat berbeda dari Superbike. Dengan regulasi besar yang juga akan datang pada 2027, fokus jangka pendeknya adalah memperbanyak kilometre, memahami respons motor, dan mempercepat adaptasi.

“Masalahnya bukan pada ban, tetapi pada kepercayaan diri,” tegasnya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU