Sesi kualifikasi Brazilian GP di Sirkuit Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos ditutup dengan drama panas di garasi Mercedes. Ketegangan internal melanda kubu Panah Perak setelah George Russell meluapkan kekesalannya secara terbuka melalui radio tim usai kehilangan kesempatan meraih catatan waktu tercepat di sesi Q3 yang diguyur hujan lebat.
Pembalap asal Inggris tersebut sebenarnya sedang mencatatkan waktu sektor demi sektor yang sangat menjanjikan dan berpotensi mengamankan posisi terdepan. Namun, instruksi mendadak dari dinding pit untuk membatalkan putaran cepat tersebut akibat terjebak di belakang mobil Williams yang dikemudikan Alex Albon memicu ledakan emosi sang pembalap bernomor mobil #63 di tengah lintasan Interlagos.
Intruksi awal meminta sang juara bertahan untuk mengangkat kaki dan mencari ruang demi percobaan putaran berikutnya justru menjadi bumerang. Intensitas hujan yang turun semakin menggila pada percobaan berikutnya membuat perbaikan catatan waktu menjadi mustahil, sekaligus merelakan posisi pole jatuh ke tangan Lando Norris yang tampil gemilang di bawah cuaca ekstrem.

Situasi semakin memanas ketika komunikasi radio antara pembalap dan kru tim berubah menjadi perdebatan sengit. Protes keras dilontarkan oleh sang pembalap kepada insinyurnya sebelum bos besar tim, Toto Wolff, turun tangan langsung melalui saluran radio untuk meredam situasi emosional di dalam garasi yang mulai tidak terkendali.
Upaya sang Prinsipal Tim untuk menenangkan keadaan dengan mengingatkan bahwa posisi kedua tetaplah hasil yang bagus justru mendapat perlawanan sengit. Penegasan ambisi juara yang diutarakan oleh sang pembalap menegaskan betapa tingginya frustrasi yang dirasakan akibat serangkaian situasi kurang beruntung yang terus menghantui perjalanan kariernya sepanjang musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!