SPONSORED

Tardozzi: Akhir September Kita Tahu Peluang Marquez di MotoGP 2025

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Tardozzi: Akhir September Kita Tahu Peluang Marquez di MotoGP 2025
TO NEWS OVERVIEW
Tardozzi: Akhir September Kita Tahu Peluang Marquez di MotoGP 2025

Musim Marc Marquez memasuki fase yang paling menentukan. Pembalap Ducati itu masih terlibat dalam perburuan gelar yang tahun ini terasa lebih rumit dari perkiraan, dengan Aprilia yang tampil semakin tajam dan kondisi fisiknya yang belum pulih total. Di kubu Ducati, mereka memilih bersabar sebelum menarik kesimpulan. Davide Tardozzi, manajer tim pabrikan Borgo Panigale, sudah memberi gambaran kapan jawaban itu akan muncul.

Menjelang GP Aragon, Tardozzi berbicara kepada Mundo Deportivo dan menegaskan bahwa penilaian terhadap peluang Marquez baru akan akurat setelah tiga seri beruntun: Aragon, Misano, dan Spielberg. “Kami harus sampai di titik ini untuk tahu level sebenarnya. Saya pikir akhir September kita akan tahu apakah kami masih bisa memperebutkan gelar atau tidak,” ujarnya.

Ducati tidak bisa lagi memandang remeh Aprilia. Tardozzi mengakui bahwa pabrikan asal Noale itu sudah menunjukkan potensi besar sejak paruh kedua musim lalu. “Setelah Sepang kami yakin masih unggul, tapi antara tes di sana dan pramusim di Thailand mereka melompat jauh. Mereka melakukan pekerjaan hebat. Saat itu saya rasa mereka sudah melewati kami,” katanya.

Empat Kemenangan dalam Enam GP: Marquez Kembali Buka Peluang Juara
Baca JugaEmpat Kemenangan dalam Enam GP: Marquez Kembali Buka Peluang Juara

Perbedaan karakter motor menjadi kunci persaingan. Ducati unggul dalam pengereman dan akselerasi saat cengkeraman tinggi, sementara Aprilia lebih nyaman di lintasan dengan grip rendah. “Ada sirkuit di mana Aprilia superior, tapi ada juga yang kami menangkan. Jadi di atas kertas Ducati masih lebih baik,” jelas pria Italia itu.

ADVERTISEMENT

Soal Marquez, Tardozzi menyoroti kedewasaan yang tumbuh setelah kecelakaan di Indonesia tahun lalu. “Dia makin matang karena momen itu sangat berat. Butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih dari cedera 2020, dan masalahnya baru jelas setelah operasi lagi pasca-Jerez,” tuturnya. Ia juga memuji kerendahan hati juara dunia sembilan kali itu. “Marc tahu persis siapa dirinya. Itu ciri khas juara besar. Pembalap cepat biasanya butuh orang lain yang bilang mereka hebat. Dia tidak perlu itu.”

Yang menarik, Tardozzi menegaskan bahwa Marquez bukanlah gangguan bagi Francesco Bagnaia. Hubungan keduanya justru saling mengangkat performa tim. “Mereka berdua profesional. Tidak ada masalah internal,” ucapnya. Ducati kini hanya perlu fokus menjaga keseimbangan antara dua pembalapnya dan memastikan tidak ada gesekan yang merusak peluang juara.

Dengan tiga seri penentu di depan mata, semua mata tertuju pada bagaimana Marquez menjawab tantangan fisik dan teknis. Jika ia mampu tampil kompetitif di Aragon, Misano, dan Spielberg, maka Ducati bisa mulai bermimpi lagi. Jika tidak, mungkin mereka harus mengalihkan fokus ke musim berikutnya. Satu hal yang pasti: akhir September akan menjadi titik balik cerita musim ini.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU