WRC, Sportrik Media - Takamoto Katsuta dari Toyota Gazoo Racing menutup Rally Monte Carlo 2026 di posisi ketujuh dalam pembuka FIA World Rally Championship musim ini, setelah rangkaian masalah teknis yang berdampak signifikan terhadap ritme dan strategi reli sepanjang akhir pekan.
Monte Carlo kembali menjadi reli dengan tingkat risiko tinggi bagi Katsuta, khususnya dalam manajemen ban dan pembacaan kondisi aspal pegunungan Alpen yang berubah cepat. Dua ban bocor pada Jumat pagi memaksanya keluar dari strategi awal, sebelum masalah power steering pada loop sore membuat kehilangan waktu per etape mencapai hitungan menit, menghilangkan peluang bersaing dengan barisan depan.
Kondisi tersebut kontras dengan performa rekan setimnya, Oliver Solberg, yang tampil konsisten dan keluar sebagai pemenang. Selisih lebih dari 13 menit di akhir reli menegaskan pentingnya keandalan teknis dan presisi setup pada era Rally1, khususnya di reli campuran seperti Monte Carlo yang menghukum kesalahan kecil.
Masalah Katsuta belum sepenuhnya berakhir pada hari terakhir. Insiden menyentuh jembatan pada Minggu kembali menambah risiko, meski ia tetap berhasil mencapai garis finis dan mengamankan poin penting. Hasil ini berdampak langsung pada posisi awal klasemen, sekaligus menempatkannya dalam tekanan menjelang reli berikutnya.
“Saya perlu mengatur ulang semuanya setelah reli ini dan melihat lebih dalam apa yang salah. Saya kesulitan sepanjang reli, dan itu sangat penting untuk masa depan,” ujar Katsuta.
Menuju Rally Sweden, reli salju yang secara historis lebih bersahabat baginya, pendekatan Katsuta diperkirakan akan lebih fokus pada pemulihan kepercayaan diri dan optimalisasi data pembanding dari rekan setim. Musim lalu ia finis kedua, hanya kalah tipis dari Elfyn Evans, sebelum kesalahan kecil menghentikan peluang menang pada edisi sebelumnya.
“Untuk Swedia, saya tidak perlu memikirkan reli ini. Saya harus melupakannya dan menikmati etape salju. Saya merasa percaya diri di sana, dan dengan tim yang kuat, perbandingan data akan sangat membantu,” tambah Katsuta.
Menutup rangkaian Monte Carlo, performa Katsuta mencerminkan betapa krusialnya konsistensi, manajemen risiko, dan keandalan teknis pada fase awal musim. Rally Sweden akan menjadi tolok ukur apakah pembalap Jepang ini mampu mengubah tekanan awal menjadi momentum positif dalam perebutan poin kejuaraan berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!