Sebuah studi riset asal Kanada baru saja mengungkap fakta mengejutkan mengenai siapa pembalap Formula 1 yang paling sering melontarkan kata-kata kasar melalui komunikasi radio tim. Dilansir dari Motorsport Week, analisis mendalam ini menggunakan data dari arsip radio resmi untuk melacak seberapa sering para bintang lintasan kehilangan kesabaran di balik kemudi kokpit mereka.
Riset yang dilakukan oleh Canadian Sports Betting ini membedah data komunikasi dari tahun 2018 hingga 2026—meskipun tanpa menyertakan data dari tahun 2022. Metodologi mereka mencakup pengenalan kata-kata yang disensor atau disamarkan dengan bunyi bip, dengan merujuk pada daftar 40 istilah dari delapan bahasa berbeda yang dikategorikan ke dalam tingkat 'ringan', 'hinaan', atau 'keras'.
Meskipun banyak pihak yang semula menjagokan Max Verstappen karena karakternya yang terkenal blak-blakan di balik kemudi, sang juara dunia empat kali tersebut ternyata harus puas menempati posisi kedua. Dari ribuan pesan radio yang dianalisis, pembalap asal Belanda itu mencatatkan rata-rata 3,17 kata kasar per 1000 kata.

Mahkota juara umpatan justru jatuh kepada Pierre Gasly yang tampil sebagai pemuncak daftar secara mengejutkan. Sepanjang 1902 pesan radio yang diteliti, pembalap asal Prancis ini tercatat mengumpat sebanyak 163 kali, menghasilkan rasio frekuensi sebesar 3,66 dengan bahasa vulgar yang ditemukan pada 5,84 persen dari total pesannya.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Charles Leclerc dengan rasio 2,35, diikuti oleh Sergio Perez di angka 1,98. Di ujung spektrum yang berlawanan, Esteban Ocon dinobatkan sebagai pembalap paling tenang di grid dengan catatan terendah hanya 0,63 kata kasar per 1000 kata.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!