Akhir pekan yang seharusnya menjanjikan bagi Dani Sordo di ajang World Rally Championship (WRC) justru berubah menjadi salah satu mimpi buruk paling masif dalam sejarah reli modern. Mengemudikan mobil Rally1 andalan tim Hyundai di atas lintasan gravel Sardinia yang menuntut teknik tinggi, pereli veteran asal Spanyol ini membawa ekspektasi besar menyusul dua kemenangan masa lalunya di tanah Mediterania tersebut. Balapan ini juga menjadi momen debut istimewa bagi co-driver berusia 27 tahun, Patricia Saiz, yang mendampingi sang maestro untuk pertama kalinya di level tertinggi WRC.
Namun, petaka langsung menghantam kubu Dani Sordo bahkan sebelum reli benar-benar dimulai. Pada sesi shakedown hari Kamis pagi, sebuah kesalahan perhitungan kecepatan saat memasuki tikungan kanan membuat mobil meluncur bebas dan menghantam pepohonan dari sisi kiri. Insiden tersebut tidak hanya merusak suspensi dan memaksa mereka hanya mencatat satu kali run, tetapi juga mencederai rusuk Dani Sordo. Meski para mekanik Hyundai bekerja cepat menambal kerusakan sebelum tahap pembukaan malam harinya, keterlambatan check-in di control time membuat mereka langsung diganjar penalti waktu sepuluh detik.
Masalah belum berhenti di situ, karena ketika perlombaan resmi dimulai, Dani Sordo melakukan jump start yang berujung pada tambahan penalti sepuluh detik kedua. Hanya dalam jarak kompetitif sedikit di atas dua kilometer, defisit waktu besar langsung mengadang langkah mereka menjelang hari penuh pertama. Upaya bangkit sempat terlihat ketika ia mencetak waktu tercepat kelima di pembukaan Jumat pagi, namun bencana kembali datang pada tes berikutnya ketika ban depan-kanan mengalami kebocoran tepat di garis start.

Proses penggantian ban yang memakan waktu panjang membuat Dani Sordo harus rela disusul oleh pereli di belakangnya, Robert Virves, yang membuat mobilnya terjebak dalam kepulan debu tebal. Kerugian waktu mencapai empat menit pun mengubur ambisi bertarung di barisan terdepan, sementara Dani Sordo juga mengeluhkan adanya masalah pada penyangga pintu bagasi mobilnya kepada media.
Meski sempat menunjukkan kilatan kecepatan dengan mencatat waktu tercepat ketiga pada tes sore hari, ketidakberuntungan kembali menemukan jalannya pada etape penutup malam itu. Mobil Hyundai terhempas keluar lintasan di seksi kecepatan tinggi akibat tusukan ban susulan. Skuad Hyundai sekali lagi harus bekerja lembur memperbaiki kendaraan agar bisa turun di hari Sabtu pagi.
Akan tetapi, kondisi fisik Dani Sordo sudah telanjur berada di titik nadir setelah kehilangan lebih dari satu menit pada etape pagi pembuka. “Ini sangat buruk pada rusuk saya. Saya tidak bisa melanjutkan seperti ini. Sangat menyakitkan saat melakukan pengereman dan benturan. Saya pikir ada sesuatu yang patah karena saya tidak bisa mengemudi. Setelah kecelakaan shakedown, kondisinya semakin memburuk. Ada banyak rasa sakit di punggung dan sisi tubuh saya. Saya tidak bisa berkonsentrasi,” ujar Dani Sordo menahan sakit di garis finis etape. Keputusan final pun diambil: Dani Sordo resmi mundur sebelum etape kesembilan sebagai langkah pencegahan demi keselamatan sang pereli.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!