SPONSORED

Strategi Dua Stop Russell di F1 Spanyol: Mengapa Mercedes?

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Strategi Dua Stop Russell di F1 Spanyol: Mengapa Mercedes?
TO NEWS OVERVIEW
Strategi Dua Stop Russell di F1 Spanyol: Mengapa Mercedes?

George Russell mungkin tidak naik podium di Grand Prix Spanyol, tapi keputusan strategi Mercedes untuknya menjadi salah satu cerita paling menarik dari balapan di Madring. Wakil kepala tim Mercedes, Bradley Lord, buka suara soal alasan di balik strategi dua stop yang diambil Russell, yang tampil berbeda dari para rival di depan.

Balapan di sirkuit Madring berjalan ketat. Menyalip nyaris mustahil, dan Virtual Safety Car (VSC) yang keluar di akhir lap 14 mengubah peta persaingan. Russell, yang memulai balapan dengan ban hard dari posisi keenam, sebenarnya sudah menyusun rencana one-stop. Namun, timing VSC justru merugikan George Russell.

“VSC bekerja sangat berbeda untuk George. Itu jatuh di waktu terburuk baginya, mengingat dia memulai balapan dengan ban hard dan berencana untuk stint panjang,” jelas Lord. “Dia masuk balapan dengan ban hard dari P6 dan berencana one-stop. Saat VSC keluar, dia adalah mobil kedua yang memakai ban hard di belakang Leclerc. Karena itu kami memutuskan untuk ‘box opposite to Leclerc’.”

Antonelli Perkasa, Russell dan Hamilton Menyerah di F1 2026
Baca JugaAntonelli Perkasa, Russell dan Hamilton Menyerah di F1 2026

Keputusan itu diambil karena jika Mercedes membiarkan Russell tetap di luar, dia hanya akan mengikuti Charles Leclerc hingga finis. Peluang undercut sangat terbatas, dan menyalip mobil dengan usia ban sama nyaris tidak mungkin. Mercedes pun beralih ke ban medium, tahu bahwa ban itu tidak akan bertahan 43 lap ke depan. Russell menjalani stint 20 lap dengan medium, lalu kembali ke hard.

ADVERTISEMENT

Strategi ini membuahkan hasil. Russell tampil impresif dan mampu menekan Leclerc. “George kemudian menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Dia cukup cepat sehingga menarik Leclerc masuk pit lebih awal dari yang diinginkan Ferrari. Itu memberi Kimi udara bersih di depan, dan George menekan Leclerc di lap-lap akhir dengan ban soft yang rapuh, dan finis hanya 0,7 detik di belakang,” tambah Lord.

Keputusan Mercedes juga dipengaruhi oleh posisi Kimi Antonelli, rekan setim Russell yang memimpin klasemen. Dengan VSC yang menguntungkan, Antonelli memanfaatkan momen untuk merebut kemenangan setelah Norris tersingkir dari perhitungan. “Ini adalah contoh bagaimana strategi satu tim bisa berdampak pada yang lain,” ujar Lord.

Russell sendiri bersikap pragmatis. Ia mengakui bahwa apa pun strategi yang diambil, hasilnya kemungkinan tetap P5 mengingat sulitnya menyalip di Madring. “Setelah balapan, George sangat pragmatis. Dia bilang dia tidak yakin apa yang kami lakukan akan mengubah hasil, apakah kami biarkan dia di luar atau memanggilnya masuk, dia kemungkinan tetap finis P5,” tutup Lord.

ADVERTISEMENT

Dengan hasil ini, Mercedes tetap bisa tersenyum. Antonelli memimpin klasemen, dan Russell menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, ia masih bisa bersaing di depan meski start dari posisi yang tidak ideal. Grand Prix Spanyol mungkin bukan akhir pekan sempurna bagi Russell, tapi setidaknya Mercedes membuktikan bahwa mereka tidak takut mengambil risiko.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU