Advertisement Sportrik
15s

Steiner Skakmat Verstappen: Berhenti Protes Aturan Baru F1 2026!

Steiner Skakmat Verstappen: Berhenti Protes Aturan Baru F1 2026!
© Red Bull Content Pool

Formula 1, Sportrik Media - Mantan prinsipal tim Haas, Guenther Steiner, melontarkan kritik terhadap juara dunia empat kali Max Verstappen setelah pembalap Red Bull tersebut terus menyuarakan ketidakpuasannya terhadap regulasi baru Formula 1 musim 2026.

Sejak pertama kali mengendarai mobil terbaru timnya dalam tes pramusim, Verstappen secara terbuka mengkritik perubahan teknis yang memperkenalkan pembagian tenaga 50 persen mesin pembakaran internal dan 50 persen energi listrik pada unit daya generasi terbaru. Pembalap Belanda itu bahkan sempat menggambarkan Formula 1 sebagai “Formula E yang diberi steroid”.

Kritik tersebut terus berlanjut setelah dua seri pembuka musim di Australia dan China. Verstappen menyebut balapan kini terasa seperti “Mario Kart” dan memperingatkan bahwa regulasi baru tersebut pada akhirnya bisa “merugikan Formula 1”.

Toto Wolff Cemas! Hype Gila Italia Bisa Hancurkan Kimi Antonelli?
Baca JugaToto Wolff Cemas! Hype Gila Italia Bisa Hancurkan Kimi Antonelli?

Dari sisi hasil, awal musim 2026 juga tidak berjalan ideal bagi pembalap Red Bull Racing tersebut. Verstappen finis di posisi keenam pada Grand Prix Australia di Albert Park sebelum meraih posisi kesembilan pada sprint race di Shanghai. Dalam balapan utama Grand Prix China, ia terpaksa mundur setelah mengalami masalah pada sistem Energy Recovery System (ERS) mobil RB22.

ADVERTISEMENT

Balapan di Shanghai sendiri mencatat tingkat kegagalan finis yang cukup tinggi, dengan tujuh mobil gagal mencapai garis akhir. Bahkan dua mobil McLaren milik Lando Norris dan Oscar Piastri tidak sempat memulai balapan akibat gangguan listrik independen pada mobil MCL40.

Namun Steiner menilai bahwa berbagai masalah tersebut tidak bisa langsung disalahkan kepada regulasi baru Formula 1. Menurutnya, sebagian besar masalah yang muncul justru berkaitan dengan kesiapan teknis tim masing-masing.

“Jika sebuah mobil tidak bisa start, seperti dua McLaren yang tidak bisa memulai balapan, Anda tidak bisa menyalahkan regulasi. Sebagian besar mobil lain tetap bisa start,” ujar Guenther Steiner.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti situasi Verstappen secara khusus. Steiner menilai ketidakpuasan pembalap Belanda tersebut lebih berkaitan dengan performa mobil yang tidak sekompetitif musim-musim sebelumnya.

“Max tidak senang karena mobilnya tidak berada di posisi yang dia inginkan,” jelas Steiner.

Mantan prinsipal Haas itu juga menekankan bahwa Red Bull sedang menghadapi fase transisi teknis yang cukup besar setelah memproduksi unit daya sendiri untuk pertama kalinya melalui proyek Red Bull Ford Powertrains.

ADVERTISEMENT

Menurut Steiner, proses adaptasi terhadap teknologi baru memang membutuhkan waktu bagi para insinyur tim.

“Kita harus adil. Red Bull membuat unit daya mereka sendiri untuk pertama kalinya dan ini teknologi yang sangat kompleks. Para insinyur butuh waktu untuk benar-benar memahaminya,” katanya.

Meski demikian, Steiner mengaku cukup terkesan dengan kinerja para produsen mesin baru di Formula 1, termasuk proyek Red Bull Ford serta pabrikan lain seperti Audi.

ADVERTISEMENT

Ia juga menambahkan bahwa Verstappen terkadang bereaksi cukup emosional ketika situasi tidak berjalan sesuai harapannya.

“Kadang-kadang Max cukup cepat ‘melempar mainannya keluar dari kereta bayi’ ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya,” ujar Steiner.

Secara keseluruhan, Steiner justru melihat potensi positif dari regulasi baru yang mulai diterapkan pada musim 2026. Ia menilai teknologi baru tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan, sehingga performa setiap tim kemungkinan akan berkembang seiring berjalannya musim.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kualitas balapan yang dihasilkan sejauh ini tetap menarik, meskipun sejumlah pembalap dan tim masih beradaptasi dengan perubahan besar pada sistem tenaga dan manajemen energi mobil generasi terbaru.

“Ini teknologi baru dan semua tim masih belajar memahami bagaimana sistem ini bekerja,” kata Steiner.

Ia menambahkan bahwa perubahan dalam olahraga selalu menimbulkan perdebatan, tetapi pada akhirnya yang paling penting adalah kualitas balapan di lintasan.

ADVERTISEMENT

“Balapannya bagus, dan itu yang paling penting.”

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU