Guenther Steiner tidak bisa menahan diri untuk tidak mengomentari aksi Lando Norris yang menenggak sekaleng Coca-Cola di ruang pendinginan setelah Grand Prix Spanyol F1. Insiden kecil yang terjadi di sirkuit Madring akhir pekan lalu itu ternyata berbuntut panjang.
Norris memulai balapan dari posisi pole, namun Virtual Safety Car yang datang tidak pada waktunya membuat keunggulannya hilang. Andrea Kimi Antonelli memanfaatkan situasi dan melesat meraih kemenangan kedelapannya musim ini. Sementara Norris harus puas finis ketiga setelah 53 lap di bawah terik matahari Eropa.
Selepas balapan, di ruang pendinginan, Norris membuka sekaleng Coca-Cola untuk melepas dahaga. Namun, karena Pepsi adalah sponsor resmi F1, ia diminta untuk tidak melakukannya di depan kamera. Norris terdengar menjawab, "Saya baru saja balapan, jadi saya boleh minum apa yang saya suka. Terima kasih banyak."

Steiner, yang dikenal blak-blakan, menanggapi insiden tersebut dalam podcast The Red Flags. "Jika Anda seorang profesional, Anda tidak melakukan itu. Titik," ujarnya. "Anda tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anda terlatih dengan baik. Dia seharusnya tidak melakukannya."
Meski demikian, Steiner menilai bahwa tindakan Norris tidaklah berbahaya. "Apakah itu hal buruk? Apakah ada yang terluka? Tidak. Tapi sebagai seorang profesional, Anda tidak boleh melakukannya. Tapi dia sudah melakukannya. Dan Anda tahu? Saya tidak peduli," tambahnya.
Banyak yang menduga momen tersebut adalah gimmick pemasaran jenius untuk Coca-Cola. Meski merek tersebut tidak mensponsori tim McLaren, Coca-Cola memiliki sejarah panjang dengan tim yang berbasis di Woking itu. Namun, Steiner menilai itu bukan tindakan yang cerdas. "Itu semua berdasarkan kategori. Mereka menjualnya dan jika Anda tidak membayar, Anda tidak bisa memilikinya. Dan dia minum Coke. Itu bukan hal yang paling cerdas," jelasnya.
Steiner juga menyoroti sisi positifnya bagi Coca-Cola. "Tapi seperti yang saya bilang, saya tidak peduli karena sekarang, bagi Coca-Cola, itu berhasil dengan baik. Sangat bagus untuk mereka. Jika mereka tidak mengatakan apa-apa, tidak ada yang akan memperhatikan, tapi karena sekarang menjadi masalah, Coca-Cola tertawa," ujarnya.
Menuju Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini, Norris saat ini berada di posisi keempat klasemen pembalap, dengan dua kemenangan bersama McLaren sepanjang musim 2026. Insiden kecil ini mungkin akan menjadi catatan tersendiri bagi tim dalam mengelola citra pembalapnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!