Guenther Steiner mengakui bahwa dirinya seharusnya meninggalkan Haas dua tahun lebih cepat dari momen pemecatannya pada akhir 2023. Pria berusia 61 tahun itu merasa keputusan untuk bertahan terlalu lama menjadi kesalahan terbesarnya selama menjabat sebagai Team Principal.
Steiner adalah sosok kunci di balik masuknya Haas ke Formula 1 pada 2016. Lobinya kepada Stefano Domenicali dan pihak Ferrari berhasil membuka jalan bagi tim asal Banbury itu untuk menjadi tim pelanggan penuh. Puncak kesuksesannya datang pada 2018 ketika Haas finis kelima di klasemen konstruktor, hasil terbaik sepanjang sejarah tim.
Namun setelah itu, segalanya mulai memburuk. Kemitraan yang kacau dengan Rich Energy pada 2019, kontroversi duo pembalap Nikita Mazepin dan Mick Schumacher sepanjang 2020-2022, serta performa yang terus menurun membuat posisi Steiner semakin tertekan. Pemilik tim, Gene Haas, akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya setelah musim 2023 usai.

Dalam refleksinya di podcast High Performance, Steiner blak-blakan mengakui bahwa ia seharusnya pergi lebih awal. "Saya pikir saya bertahan dua tahun terlalu lama," ujarnya. "Yang seharusnya saya lakukan adalah menjelaskan visi saya dengan lebih baik, atau mungkin hanya berkata, 'Hei, ini tidak berhasil. Saya pergi sekarang.'"
Meski begitu, Steiner tidak menyesali keputusannya bertahan saat itu. "Dengan melihat ke belakang, memang begitu. Tapi saat itu keadaannya tidak seburuk itu, kalau tidak saya pasti sudah pergi," tambahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan pemecatan justru membuatnya lega karena perbedaan visi dengan pemilik tim semakin jelas.
Steiner mengenang momen dipecat melalui panggilan telepon saat sedang berbelanja di supermarket bersama istrinya. "Saya sedang di konter daging, mengambil ham untuk makan malam. Lalu saya memberi tahu istri saya, 'Saya tidak lagi bersama Haas,' dan dia hanya bingung," kenangnya sambil tersenyum. Sejak itu, pria asal Italia-Amerika tersebut telah beralih menjadi analis F1 dan menulis buku, tapi cerita tentang kepergiannya dari paddock tetap menjadi salah satu babak paling menarik dalam kariernya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!