Spekulasi yang menghubungkan Christian Horner dengan kursi Team Principal Ferrari akhirnya mendapat klarifikasi langsung. Martin Brundle, mantan pembalap F1 yang kini menjadi komentator, mengaku telah menelepon Horner untuk mencari tahu kebenaran di balik rumor tersebut. Hasilnya? Brundle dengan tegas membantah semua anggapan itu.
Horner, yang dipecat oleh Red Bull Racing pada Juli tahun lalu, memang tengah gencar dikabarkan ingin kembali ke paddock F1. Dalam wawancaranya dengan The Times, ia sempat menyebut Ferrari sebagai destinasi yang sulit ditolak. Pernyataan itu langsung memicu spekulasi liar bahwa ia mungkin telah menjalin kontak dengan tim Maranello untuk menggantikan Fred Vasseur.
Namun, Brundle menepis hal tersebut setelah berbicara langsung dengan Horner. "Saya menelepon Christian untuk mencari tahu, dan dia berkata, 'Saya hanya bersikap sopan dan hormat tentang Ferrari dalam wawancara lain, dan itu berkembang menjadi...'" ujar Brundle kepada Sky Sports F1. "Itu seperti dua tambah dua sama dengan tujuh setengah, saya pikir, dalam hal itu."

Brundle juga menyoroti betapa uniknya posisi Team Principal Ferrari. "Menjadi pembalap Ferrari atau team principal Ferrari adalah pekerjaan terbaik di F1 dan pekerjaan terburuk di F1, semuanya pada saat yang sama," katanya. "Karena tekanan dan kurva hero-zero di tim itu kadang vertikal, dalam hal apakah Anda luar biasa atau tidak berguna, jadi Anda harus menavigasi jalan Anda melalui itu."
Lebih lanjut, Brundle yakin Horner tidak tertarik untuk mempercepat kembalinya ke paddock, setidaknya tidak dalam waktu dekat. "Saya tidak berpikir Christian tertarik pada itu," tambahnya. "Seperti yang dia katakan kepada saya, dia tidak tertarik pada hal tertentu saat ini di F1, sampai kesempatan yang tepat muncul."
Dalam 12 bulan terakhir, Horner memang sempat dikaitkan dengan beberapa tim, termasuk kemungkinan akuisisi saham minoritas di Alpine. Nama BYD, raksasa EV asal China, juga sempat disebut-sebut akan membawanya untuk memimpin masuk ke F1. Namun, semua itu masih sebatas rumor.
Menariknya, Horner sendiri meragukan skenario bekerja sama dengan Lewis Hamilton di Ferrari, mengingat akhir musim 2021 yang penuh ketegangan. "Bisakah Anda membayangkan Christian dan Lewis bekerja sama setelah 2021? Itu mungkin dinamika yang menarik untuk sementara waktu," pungkasnya. Ferrari sendiri telah secara eksplisit mendukung Vasseur untuk posisi Team Principal, seperti yang mereka nyatakan awal pekan ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!