Thierry Neuville dan Martijn Wydaeghe mencuri pimpinan Rally Italia Sardegna dari rekan setimnya di Hyundai, Adrien Fourmaux dan Alexandre Coria, dengan selisih tipis empat persepuluh detik setelah 120 km etape berat dan berdebu pada Jumat (6/6). Kemenangan tiga etape dari enam etape hari itu membuat Neuville membalikkan keadaan dan mengukuhkan Hyundai satu-dua di klasemen sementara.
Fourmaux, yang mengincar kemenangan perdananya di WRC, sempat memimpin setelah SS3 dan memperlebar jarak menjadi 8,2 detik usai servis siang. Namun, Neuville bangkit dan perlahan mengejar, memanfaatkan manajemen ban yang lebih baik. "Saya di sana, manajemen ban dan pilihan ban kami membuahkan hasil. Saya sempat tergoda untuk membuat pilihan serupa dengannya (Fourmaux), tapi pada akhirnya saya cukup yakin perasaan saya yang benar, dan saya senang dengan itu," ujar Neuville.
Neuville menambahkan bahwa persaingan ini bagus untuk Hyundai dan Fourmaux. "Bagaimanapun, bagus untuk Hyundai dan juga untuk Adrien, jadi pertarungan yang menyenangkan, dan semoga kita bisa lanjut besok. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan agar saya lebih nyaman di dalam mobil. Saya merasa bisa melaju cepat, tapi saya masih merindukan sosok saya yang dulu untuk mendorong keras dan lebih santai. Saat ini saya terlalu stres," tambahnya.

Sementara itu, Oliver Solberg dan Elliot Edmondson mencatat waktu terbaik di arena super special stage Kamis malam. Namun, saat reli sesungguhnya dimulai, Solberg mengalami punctire di akhir etape pembuka dan turun ke posisi ketujuh, tertinggal 11,2 detik. Meski demikian, pembalap muda Toyota itu bangkit dan tampil memukau, melibas rival-rivalnya di klasemen dan merebut posisi keempat pada etape berikutnya. Kemenangan etape di SS4 membuatnya melewati Pajari untuk posisi ketiga.
Pajari cukup puas dengan performanya. "Ada satu jalur sempit yang benar-benar saya coba ikuti. Tapi ya, secara keseluruhan hari ini kami melakukan apa yang bisa kami lakukan. Masih ada dua hari lagi, dan saya harap kami siap untuk bertarung," ujarnya.
Di etape terakhir hari itu, Sebastien Ogier, yang mengalami punctire di SS3, berhasil bangkit dan menyalip Pajari untuk merebut posisi keempat, mendorong Pajari ke urutan kelima. Sementara itu, Elfyn Evans dan Scott Martin benar-benar terhambat karena harus membuka jalan. Pemimpin klasemen itu terus melorot dan mengakhiri hari di posisi keenam, tertinggal lebih dari satu menit dari pemimpin. Ini mungkin satu-satunya waktu di mana Evans berharap Hyundai menang untuk mencegah rivalnya meraih poin besar. "Kami di sini. Kita lihat saja. Saya kira besok akan menjadi ujian bagaimana kami merespons posisi jalan," komentar Evans datar.
Josh McErlean, Jon Armstrong, Takamoto Katsuta, dan Martins Sesks melengkapi sepuluh besar, dengan tiga pembalap terakhir mengalami punctire selama hari itu. Hari pertama Rally Italia Sardegna menyajikan dua pertarungan sengit: perebutan kemenangan reli dan perebutan gelar juara dunia. Dengan selisih tipis di puncak dan para rival yang tertinggal, pertarungan gelar WRC musim ini benar-benar berada di ujung tanduk.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!