MotoGP, Sportrik Media - Fabio Di Giannantonio dari VR46 Ducati meraih finis kedelapan di MotoGP Portuguese Grand Prix 2025, meski sempat unggul sebagai Ducati GP25 tercepat. Namun, harapannya untuk podium pupus akibat kekacauan start di tikungan awal yang disebutnya "jungle". Selain itu, performa sprint yang solid ke posisi kelima tak terulang di race utama, di mana ia terperangkap di urutan ke-14. Analisis lebih dalam mengungkap bahwa kualifikasi lemah menjadi akar masalah, memengaruhi perebutan peringkat enam dengan rekan setim Franco Morbidelli.
Di Giannantonio start dari grid kesembilan di Algarve International Circuit, setelah tampil impresif di sprint Sabtu dengan finis kelima. Namun, lap pembuka race utama berubah menjadi mimpi buruk. Ia terdorong mundur oleh persaingan sengit di tikungan pertama, ketiga, dan kelima, yang membuatnya terjebak di posisi ke-14. Meski begitu, ia bangkit dengan overtake agresif, mencapai kesembilan pada lap 11 dari 25. Kemudian, ia melewati Johann Zarco yang kesulitan di akhir untuk finis kedelapan, tetap sebagai Ducati GP25 terdepan.
Kekacauan start ini menjadi sorotan utama bagi Di Giannantonio. Ia yakin bahwa posisi grid lebih baik bisa menghindari perjuangan bertahan hidup di depan.
“Itu rumit sejak lap pertama,” katanya.
ADVERTISEMENT
“Start cukup bagus, tapi tikungan pertama, ketiga, lalu kelima seperti jungle, dan saya tertinggal jauh. Jadi, saya harus comeback. Saya lakukan banyak overtake, pace bagus, tapi hanya kedelapan. Saya pikir ya [balapan saya lebih baik tanpa battling di tikungan awal], tapi dengan 'if' dan 'but', kita tak kemana-mana. Jadi, kita perlu kerja di kualifikasi, start lebih depan, dan hindari situasi seperti ini di lap awal.”
Analisis menunjukkan pola serupa sepanjang musim. Di Giannantonio tak lagi tembus baris depan kualifikasi sejak Catalan GP, di mana ia finis ketiga sprint. Meski demikian, ia pernah comeback gemilang: dari kesepuluh di Australia ke kedua di grand prix, serta ketiga sprint Misano dari ketujuh. Hanya dua front row-nya di 2025 Austin dan Hungaria berujung podium. Bandingkan dengan rival seperti Ai Ogura yang finis ketujuh di Portugal, Di Giannantonio butuh konsistensi untuk unggul.
Sementara itu, Morbidelli sempat khawatir usai crash lap pertama di Portugal yang memaksanya ke rumah sakit setempat. Untungnya, ia diprediksi balapan di Valencia akhir pekan ini. Keduanya kini terpaut 12 poin untuk perebutan keenam klasemen, dengan Di Giannantonio unggul. Di bawah Uccio Salucci sebagai prinsipal VR46, tim ini fokus perbaiki kualifikasi untuk finale di Ricardo Tormo.
Dengan hanya Valencia tersisa, Di Giannantonio punya peluang tutup musim kuat sebagai Ducati GP25 terdepan. Namun, VR46 harus atasi isu start untuk tantang Ducati Lenovo di 2026. Strategi ini mirip perubahan yang diterapkan tim baru-baru ini untuk tingkatkan performanya. Sportrik Media pantau duel internal VR46 untuk analisis mendalam. Kunjungi sportrik.com guna update.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!