Rovanpera Unggul Tipis di Pembuka WRC Rally Japan 2025, Siap Serang Penuh Demi Gelar

Rovanpera Unggul Tipis di Pembuka WRC Rally Japan 2025, Siap Serang Penuh Demi Gelar
© GettyImages

WRC, Sportrik Media – Kalle Rovanpera dari Toyota Gazoo Racing merebut keunggulan awal di WRC Rally Japan 2025, dengan komitmen serangan tanpa ampun untuk merebut gelar juara dunia ketiga di seri penentuan musim ini. Prestasi ini diraih setelah mencatat waktu tercepat di stage super spesial pembuka Kuragaike Park sepanjang 2,75 km, di mana hanya satu detik memisahkan delapan pembalap teratas, termasuk Ott Tanak dari Hyundai Shell Mobis WRT yang tertinggal 0,1 detik. Takamoto Katsuta, pahlawan tuan rumah dari Toyota Gazoo Racing, finis ketiga dengan defisit 0,3 detik, sementara Sebastien Ogier, rekan setim Rovanpera yang juga tertinggal 13 poin dari pemimpin klasemen Elfyn Evans, berada di posisi keempat dengan selisih 0,4 detik. Oleh karena itu, dengan margin tipis 13 poin antara tiga pembalap utama, Rally Japan menjadi arena krusial yang berpotensi mengubah dinamika perebutan gelar sebelum finale di Arab Saudi.

 

Momentum Rovanpera di stage pembuka ini menjadi kelanjutan kebangkitannya pasca-kemenangan di Central European Rally bulan lalu, di mana ia berhasil mengumpulkan poin vital untuk kembali ke orbit juara. Meskipun jalan aspal sempit dan berliku Jepang bukanlah trek favoritnya dengan hasil terbaik ketiga pada 2023 pembalap Finlandia berusia 25 tahun ini menegaskan pendekatan agresif penuh, terutama setelah persiapan tak biasa dengan uji coba mobil Formula 2 di Spanyol minggu lalu sebagai langkah awal transisi ke balap monokok tahun depan. 

 

Pengalaman tersebut, meski menyita waktu, justru mempertajam kemampuannya mengelola adaptasi cepat, serupa dengan tantangan berganti mobil yang kerap dihadapi di WRC. Secara taktis, keunggulan 0,1 detik ini memungkinkan Toyota Gazoo Racing untuk menguji konfigurasi aerodinamika dini di kondisi aspal yang berpotensi basah, yang menjadi elemen penentu di tengah prakiraan perubahan cuaca akhir pekan yang bisa menambah ketegangan.

Dalam sesi wawancara pasca-stage dengan Autosport, Rovanpera secara terbuka membahas tantangan trek ini sambil menegaskan strategi tanpa kompromi.

ADVERTISEMENT

 

It is always a tricky rally, it is not really in my comfort zone with the style of stages we have here. It doesn’t matter much as we still need to try and do a strong result. We really need good points, and the first plan is to get more than Elfyn and Seb so let’s see how it goes.

Ia melanjutkan soal jadwal padat yang menuntut fleksibilitas.

 

Obviously, there are only two more rounds to go so there is no reason to hold back with anything. It was nice to get a proper test to get real seat time [in an F2 car] and push on those cars and it went pretty well, so that was good. Obviously, it has not been the easiest schedule for this year changing cars and going back to the rally car. It was not optimal. The neck is fine, it is still there.

 

Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa pendekatan ini selaras dengan pola WRC 2025, di mana dominasi stage pendek seperti Kuragaike sering menjadi indikator konsistensi di loop panjang selanjutnya. Bandingkan dengan posisi Ogier, yang juga membidik poin lebih dari Evans setelah tergelincir di Ceko, pembalap asal Prancis ini menyoroti kompleksitas recce dan variasi cuaca sebagai faktor pembeda utama.

Now it has become clear again that we need to perform again and there is no management in play. We need to catch back some points.

 

Ogier menambahkan refleksi filosofis tentang elemen keberuntungan dalam olahraga ini.

There is not a single rally in the season where you come out of the recce and say this one will be an easy one. I think the biggest difficulties are the new sections and the weather changes that can be expected during the weekend, which for sure spice it up. To win, we often say you need to have the luck of the champion and I have expected that many times in my career. But, I also know that this sport can bite really hard when you feel you are doing a good job. I just don’t think too much about it and will give my best.

Sementara itu, Elfyn Evans dari Toyota Gazoo Racing tertinggal 0,8 detik di belakang Rovanpera, finis keenam secara bersama dengan Sami Pajari dari Toyota dan Adrien Fourmaux dari Hyundai Shell Mobis WRT. Sebagai juara dua kali Rally Japan, Evans menyadari keuntungan membuka jalan harus diseimbangkan dengan dorongan maksimal untuk jaga selisih 13 poin yang rapuh.

The feeling is ok, like always it is technical here and quite twisty. It is the same story as usual but let’s see how the weekend will play out.

 

Ia menekankan prioritas sederhana namun esensial.

We have to try our best to not make a mistake obviously and also to drive quickly, and try to be as accurate as we can. It is not easy here to get the balance right. It is the same for everyone. You have to take as many points as you can. It is simple.

Di posisi kedelapan dengan defisit satu detik, Thierry Neuville dari Hyundai Shell Mobis WRT berada di depan Gregoire Munster dari M-Sport Ford World Rally Team dan juara WRC2 Oliver Solberg, yang melengkapi sepuluh besar.

 

We need to look forward and try to have a clean rally and that is the only thing we can do at the moment, and try to give good feedback back to the team, ujar Neuville.

Secara keseluruhan, keunggulan tipis Rovanpera menjanjikan pertarungan tiga arah intra-Toyota yang memanas di aspal Jepang, di mana variasi cuaca dan stage baru berpotensi membalikkan keadaan perebutan gelar. Prospek ini tidak hanya membawa poin krusial ke finale Arab Saudi, melainkan juga memperkaya narasi WRC 2025 yang sarat kejutan dan ketangguhan. Sportrik Media akan terus memantau perkembangan ini bagi para penggemar rally yang haus akan analisis mendalam.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU