WRC, Sportrik Media – Kalle Rovanpera dari Toyota Gazoo Racing mengalami pukulan telak dalam perebutan gelar juara dunia WRC ketiga setelah merusak suspensi Toyota-nya di stage ketiga Rally Japan 2025, yang membuatnya terjun dari posisi terdepan ke peringkat 19 secara keseluruhan. Insiden ini terjadi di SS3 Shinshiro 1 sepanjang 17,41 km pada Jumat pagi, setelah ia sempat memimpin semalaman berkat kemenangan di super spesial Kamis malam, namun sudah tergelincir ke posisi keempat di SS2. Dengan selisih 13 poin dari pemimpin klasemen dan rekan setim Elfyn Evans, kegagalan ini tidak hanya menghambat momentum pasca-kemenangan di Central European Rally bulan lalu, melainkan juga memperlemah peluang Rovanpera membawa pertarungan gelar hingga finale di Arab Saudi. Oleh karena itu, situasi ini membuka ruang bagi rival internal Toyota untuk mengonsolidasikan posisi, di tengah tantangan aspal sempit Jepang yang kerap menguji ketepatan navigasi dan adaptasi teknis.
Perjalanan Rovanpera di Toyota Gazoo Racing musim 2025 telah penuh gejolak, di mana ia bangkit dari defisit awal menjadi kontender utama, namun insiden SS3 menandai titik balik negatif yang mirip dengan tantangan tahun-tahun sebelumnya di trek aspal. Penjelasan Rovanpera pasca-stage mengindikasikan kesalahan perhitungan di bagian sempit berkecepatan tinggi, yang kemungkinan disebabkan oleh catatan pace note yang terlalu optimis, menyebabkan mobil melebar dan menyenggol penghalang.
"One quite high speed narrow place I just came too fast and I don’t know if the pace note was wrong, I think I need to check. It was probably a bit too optimistic a note and we went a bit wide. We will see [if we can repair it]," ujarnya, sambil menambahkan upaya darurat bersama co-driver Jonne Halttunen menggunakan kunci pas dan ratchet strap di section jalan untuk memperbaiki lengan suspensi yang rusak. Analisis mendalam mengungkap bahwa kerusakan ini bukan hanya soal kecepatan sementara, melainkan potensi hilangnya poin power stage yang krusial, mengingat Rovanpera memulai event dengan defisit 13 poin dari Elfyn Evans, sehingga pemulihan di stage selanjutnya seperti Isegami’s Tunnel SS4 menjadi ujian ketangguhan tim Toyota dalam manajemen servis.

Drama SS3 tidak terbatas pada Rovanpera, di mana stage Shinshiro juga menyaksikan kecelakaan berat Josh McErlean dari M-Sport Ford World Rally Team, yang menghantam penghalang 8,9 km ke dalam tes dan merusak depan-belakang Ford Puma-nya, memaksa pembalap Irlandia ini pensiun dini. Sementara itu, Takamoto Katsuta dari Toyota Gazoo Racing merebut waktu tercepat di stage tersebut, yang melambungkannya ke posisi terdepan dengan keunggulan 0,5 detik atas rekan setim Sebastien Ogier, yang juga tertinggal 13 poin dari Evans. Pemimpin klasemen Elfyn Evans bertahan di urutan ketiga dengan defisit 3,1 detik, diikuti Sami Pajari dari Toyota, sementara Adrien Fourmaux memimpin armada Hyundai Shell Mobis WRT dengan keterlambatan 13,1 detik. Secara historis, stage seperti ini sering menjadi pembeda di Rally Japan, di mana permukaan aspal licin dan tikungan buta menguji setup suspensi, terutama bagi Hyundai yang kesulitan kecepatan—dibuktikan dengan Ott Tanak tertinggal 26,8 detik dan Thierry Neuville 31,9 detik—sehingga memperkuat dominasi Toyota di trek domestik.
Dari perspektif lebih luas, setback Rovanpera ini menyoroti kerentanan perebutan gelar WRC 2025, di mana margin tipis 13 poin antara tiga pembalap Toyota bisa berubah drastis akibat satu kesalahan teknis, mirip insiden serupa yang menghantui Ogier di seri sebelumnya. Upaya perbaikan darurat Rovanpera menuju SS4 menunjukkan ketangguhan duo Finlandia, namun tantangan cuaca variabel dan stage baru akhir pekan ini berpotensi memperlemah pemulihannya, terutama jika suspensi tidak pulih optimal. Bandingkan dengan Katsuta, yang memanfaatkan dukungan tuan rumah untuk naik ke puncak, hal ini bisa menjadi katalisator bagi Ogier dan Evans untuk mengamankan poin aman, mengingat keduanya juga membidik hasil lebih baik dari Rovanpera untuk jaga selisih klasemen.
Secara keseluruhan, kegagalan suspensi Rovanpera di SS3 Rally Japan 2025 mengubah dinamika gelar dari serangan penuh menjadi mode bertahan, yang berpotensi membuka peluang bagi Ogier dan Evans di seri penutup Arab Saudi. Prospek pemulihan tetap terbuka melalui servis tim Toyota yang efisien, meskipun insiden ini menekankan pentingnya presisi pace note di aspal Jepang. Sportrik Media akan terus mengikuti evolusi ini untuk pembaca yang antusias dengan intrik WRC.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!