SPONSORED

Robert Kubica Ungkap Sisi Lain Kemenangan Bersejarah di Le Mans 2025

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Robert Kubica Ungkap Sisi Lain Kemenangan Bersejarah di Le Mans 2025
TO NEWS OVERVIEW
Copyright: Price / XPB Images

Robert Kubica akhirnya bisa bernapas lega setelah menuntaskan misi penasaran di ajang balap ketahanan paling ikonik di dunia. Mantan pebalap Formula 1 asal Polandia itu membeberkan kisah di balik layar kesuksesannya merengkuh podium tertinggi dalam ajang 24 Jam Le Mans 2025 bersama Ferrari 499P milik tim AF Corse, sebuah hasil manis yang sekaligus menghapus memori kelam kegagalan dramatis pada masa lalu.

Perjalanan pebalap berpengalaman ini menuju tangga juara tidaklah instan. Kubica pertama kali mencicipi ketatnya persaingan Le Mans pada musim 2021 di kelas LMP2. Pada debutnya tersebut, kemenangan yang sudah berada di depan mata mendadak sirna akibat masalah teknis fatal yang memaksa mobilnya berhenti total tepat pada lap terakhir perlombaan. Pengalaman pahit itu meninggalkan luka mendalam sekaligus rasa penasaran besar bagi sang pebalap.

"Mi sono avvicinato al mondo dell'endurance nel 2021, disputando l'ELMS in LMP2 e Le Mans come gara extra," ujar Kubica mengenang momen tersebut. Ia menambahkan bahwa kekalahan di lap terakhir merupakan salah satu bentuk pukulan paling kejam yang bisa dirasakan oleh seorang atlet profesional, terutama setelah perjuangan panjang memimpin balapan di tengah berbagai kendala teknis yang terus mendera.

WEC Barcellona 2026: Miguel Molina Bidik Kemenangan Kandang Bersama Ferrari
Baca JugaWEC Barcellona 2026: Miguel Molina Bidik Kemenangan Kandang Bersama Ferrari

Meski diwarnai drama kepedihan, pesona Le Mans justru berhasil memikat hati Kubica secara mendalam. Ia merasakan kembali gairah membalap yang murni, mirip seperti sensasi saat dirinya masih turun di kejuaraan go-kart pada masa remaja. Atmosfer magis lintasan Circuit de la Sarthe menghidupkan kembali adrenalin yang terkadang mulai meredup setelah bertahun-tahun berkecimpung di level tertinggi dunia motorsport.

ADVERTISEMENT

Sebelum mewujudkan impiannya pada edisi 2025, kesialan sempat kembali menghantui Kubica dan rekan setimnya, Yifei Ye, ketika mereka harus tersingkir saat balapan tinggal menyisakan empat jam lagi pada tahun 2024. Mengingat rekam jejak buruk tersebut, Kubica sempat melontarkan candaan bernada pesimistis kepada rekan setimnya sebelum lampu start 2025 padam, menyebut bahwa kesempatan itu bisa jadi merupakan peluang terakhir mereka untuk meraih kejayaan bersama.

Untungnya, gurauan tersebut tidak menjadi kenyataan. Kerja keras, strategi matang, serta keandalan mobil hypercar pabrikan Kuda Jingkrak sukses mengantar mereka melintasi garis finis sebagai yang tercepat dalam sebuah pertarungan sengit yang menguji batas fisik dan mental.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU