Formula 1, Sportrik Media - Regulasi Formula 1 2026 menghadirkan perubahan teknis radikal yang memicu kritik dari sejumlah pembalap papan atas serta kekhawatiran di kalangan penggemar. Fokus utama perdebatan berkisar pada perubahan karakter mobil yang kini sangat bergantung pada sistem elektrifikasi dan perangkat lunak.
Performa Mesin: Sorotan Sistem 50/50
Perubahan terbesar datang dari sisi power unit, dengan pembagian daya 50:50 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan motor listrik MGU-K. Skema ini meningkatkan porsi elektrifikasi secara signifikan dibanding era turbo-hybrid sebelumnya.
Beberapa pembalap menilai perubahan tersebut memengaruhi karakter akselerasi dan gaya mengemudi. Lewis Hamilton menyebut mobil terasa kurang agresif, bahkan mengindikasikan performa di sektor tertentu bisa lebih lambat akibat keterbatasan energi listrik pada lintasan lurus panjang.

Sementara itu, Max Verstappen mengkritik kebutuhan melakukan downshift agresif di lintasan lurus untuk memanen energi, sesuatu yang dianggapnya tidak sesuai dengan esensi balap Formula 1.
Aerodinamika Aktif Gantikan DRS
Sistem DRS konvensional dihapus dan digantikan oleh active aero pada sayap depan dan belakang. Sistem ini bekerja secara otomatis di area tertentu, dengan tambahan mode menyalip berbasis energi sebagai pengganti DRS.
Perubahan ini memunculkan kekhawatiran bahwa proses menyalip akan lebih bergantung pada algoritma dan manajemen energi dibanding duel mekanis antar pembalap di lintasan.
Isu Keselamatan Prosedur Start
Tes pramusim di Bahrain International Circuit pada Februari 2026 juga memunculkan kekhawatiran terkait prosedur start. Beberapa tim, termasuk McLaren, menyoroti kebutuhan waktu lebih lama untuk membangun tekanan turbo pada mesin baru.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko mobil kehilangan tenaga saat start, terutama bagi pembalap di barisan belakang yang berpotensi menghadapi situasi berbahaya jika ada mobil yang terlambat melaju dari grid.
Polemik Rasio Kompresi Mesin
Perdebatan politik teknis juga muncul terkait dugaan celah dalam aturan rasio kompresi mesin. Beberapa tim menuduh rival menemukan cara menjalankan mesin dengan rasio lebih tinggi dari batas regulasi.
Isu tersebut memicu diskusi intens antara tim-tim besar dan FIA menjelang dimulainya musim, dengan potensi penyesuaian aturan sebelum balapan pembuka.
Dimensi Mobil Lebih Kecil dan Ringan
Regulasi 2026 juga menghadirkan mobil yang lebih kecil dan ringan. Lebar mobil dikurangi dari 2.000 mm menjadi 1.900 mm, sementara berat minimum diturunkan sekitar 30 kilogram.
Sebagian pembalap menyambut positif kelincahan mobil yang lebih ringan, namun ada pula yang menilai karakter mobil menjadi lebih sensitif dan kurang stabil akibat perubahan konsep aerodinamika.
Dengan berbagai perubahan teknis dan respons beragam dari pembalap serta tim, musim Formula 1 2026 diperkirakan akan menjadi fase transisi penting sebelum keseimbangan performa dan karakter mobil benar-benar terbentuk pada era regulasi baru.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!