Formula 1, Sportrik Media - Tes pramusim terakhir Formula 1 2026 di Bahrain International Circuit berlangsung pekan ini dengan sejumlah pertanyaan besar yang masih belum terjawab menjelang dimulainya musim baru.
Setelah tiga hari pertama pengujian, berbagai topik utama muncul, mulai dari peta kekuatan tim, tingkat kesenangan pembalap terhadap mobil generasi baru, hingga kekhawatiran soal keselamatan. Dengan hanya tiga hari tersisa sebelum musim dibuka di Australian Grand Prix pada 8 Maret, tim-tim F1 kini memasuki fase krusial untuk menyempurnakan mobil mereka.
Menentukan urutan kekuatan menuju F1 2026 masih menjadi teka-teki. Catatan waktu dari tes awal di Sakhir menempatkan Mercedes sebagai salah satu kandidat terkuat, namun data tes pramusim sering kali menyesatkan karena berbagai variabel yang tidak diketahui, seperti level bahan bakar dan mode mesin.

Menariknya, setiap tim justru menunjuk rival sebagai favorit. Mercedes menyebut Red Bull Racing sebagai tolok ukur, sementara Red Bull mengklaim mereka berada di belakang Ferrari, Mercedes, dan McLaren. Ferrari menilai Red Bull dan Mercedes masih lebih unggul, sedangkan McLaren merasa tertinggal dari Ferrari dan Mercedes.
Dalam simulasi balapan, Ferrari tampil sebagai tim tercepat pada tes pertama. Namun, gambaran sebenarnya bisa berubah pada tes kedua, apalagi ketika kejuaraan berpindah ke Melbourne yang memiliki karakter lintasan sangat berbeda.
Di sisi lain, beberapa tim sudah terlihat menghadapi kesulitan. Aston Martin disebut memulai musim dalam posisi tertinggal, bahkan mencatat jumlah lap paling sedikit sejak shakedown hingga pekan pertama tes Bahrain. Tim tersebut mengakui mereka “jelas tertinggal” dari para pemimpin, sementara Lance Stroll menyebut mobil AMR26 berpotensi tertinggal hingga empat detik per lap.
Saat ini, Aston Martin diperkirakan berada di bagian belakang grid bersama tim baru Cadillac. Situasi ini menjadi sorotan besar mengingat ekspektasi tinggi terhadap proyek Aston Martin, termasuk kehadiran desainer legendaris Adrian Newey dan kerja sama mesin pabrikan dengan Honda.
Selain aspek performa, politik teknis juga menjadi isu utama menjelang musim. Perselisihan power unit berfokus pada batas rasio kompresi, dengan beberapa tim mencurigai Mercedes menemukan cara untuk melampaui batas regulasi, yang berpotensi memberi keuntungan performa.
Perdebatan ini melibatkan diskusi intens antara FIA dan lima pabrikan mesin F1: Mercedes, Ferrari, Red Bull Powertrains, Honda, dan Audi. Perubahan regulasi bahkan berpotensi diterapkan sebelum balapan pembuka di Australia jika isu tersebut tidak terselesaikan.
Isu keselamatan prosedur start juga menjadi perhatian. Tanpa MGU-H pada mesin baru, pembalap harus menjaga putaran mesin lebih tinggi untuk mengatasi turbo lag, yang dikhawatirkan memicu situasi berbahaya saat start. McLaren menjadi salah satu tim yang mendorong perubahan regulasi, namun upaya sebelumnya disebut ditolak Ferrari.
Dengan sejumlah isu teknis, performa, dan politik yang masih berlangsung, tes terakhir di Bahrain akan menjadi tahap krusial sebelum musim F1 2026 resmi dimulai di Australia.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!