Red Bull Racing melontarkan sindiran halus kepada George Russell di media sosial setelah pembalap Mercedes tersebut menunjukkan reaksi emosional menyusul kegagalan finis pada Grand Prix Kanada 2026.
Russell mengalami salah satu momen paling mengecewakan dalam musimnya ketika unit tenaga Mercedes W17 miliknya tiba-tiba mengalami kegagalan pada putaran ke-30 di Circuit Gilles Villeneuve. Padahal saat itu ia sedang memimpin balapan setelah terlibat duel sengit dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang akhirnya memenangkan lomba.
Kegagalan mekanis tersebut tidak hanya menghilangkan peluang kemenangan Russell, tetapi juga membuatnya kehilangan poin penting dalam perebutan gelar dunia. Antonelli memanfaatkan situasi tersebut untuk memperlebar keunggulan klasemen menjadi 43 poin setelah meraih kemenangan keempat secara beruntun.

Sesaat setelah mobilnya berhenti di sisi lintasan, Russell terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dalam kondisi frustrasi, pembalap Inggris itu melemparkan headrest dari kokpit mobilnya sebelum kendaraan tersebut dievakuasi oleh marshal. Momen tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Salah satu unggahan di platform X menampilkan foto mobil Russell yang terparkir di pinggir lintasan dengan keterangan yang menyoroti reaksinya melempar headrest. Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian akun media sosial Red Bull yang memberikan komentar singkat namun sarat makna.
Admin media sosial Red Bull menulis, "Borderline something something," sebuah kalimat yang langsung memicu berbagai reaksi dari penggemar Formula 1. Komentar tersebut diyakini merujuk pada perseteruan antara Russell dan Max Verstappen yang memanas sepanjang akhir musim 2024.
Ketegangan antara kedua pembalap bermula setelah sesi kualifikasi Grand Prix Qatar 2024. Saat itu Verstappen menerima penalti turun satu posisi grid karena dianggap menghalangi Russell. Perselisihan kemudian berlanjut dalam pertemuan dengan steward dan berkembang menjadi salah satu rivalitas personal paling menonjol di paddock.
Beberapa hari kemudian di Abu Dhabi, Russell sempat menyatakan bahwa Verstappen menunjukkan kemarahan yang menurutnya mendekati perilaku agresif ketika situasi tidak berjalan sesuai keinginannya. Pernyataan tersebut menjadi salah satu komentar paling banyak dibahas menjelang penutupan musim 2024.
Karena itulah, komentar Red Bull di media sosial dianggap sebagai referensi langsung terhadap pernyataan lama Russell tersebut. Meski hanya berupa candaan singkat, respons tersebut kembali mengingatkan publik pada hubungan yang belum sepenuhnya harmonis antara kubu Mercedes dan Red Bull.
Di luar perang komentar di media sosial, fokus utama Russell tetap tertuju pada upaya mengejar Antonelli dalam perebutan gelar dunia. Namun insiden di Montreal menunjukkan bahwa rivalitas Formula 1 modern tidak hanya berlangsung di lintasan, melainkan juga terus berlanjut di ruang media dan platform digital yang menjadi bagian penting dari narasi kejuaraan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!