Liam Lawson kembali membuktikan dirinya sebagai pengganti yang andal bagi Red Bull Racing. Di tengah cedera pergelangan tangan yang dialami Isack Hadjar, pembalap asal Selandia Baru itu dipanggil untuk mengisi kursi kosong, dan ia pun sukses menjalankan perannya sebagai super sub di beberapa balapan terakhir musim 2026.
Perubahan performa Lawson sangat kontras dengan awal kariernya di tim utama pada 2025. Kini, ia telah membalap lebih banyak sebagai pembalap pengganti dibandingkan saat menjadi pembalap tetap. Dari tiga balapan yang dijalaninya, ia berhasil finis di zona poin dua kali, termasuk finis keenam di Madrid—hasil terbaiknya musim ini.
Pujian datang dari Team Principal dan CEO Red Bull, Laurent Mekies. "Saya pikir dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik," ujarnya kepada media di Madrid, termasuk Motorsport Week. "Kami semua tahu betapa sulitnya pindah ke tim berbeda, ke mobil berbeda, dan saya pikir dia melakukannya sebaik mungkin sesuai ekspektasi kami."

Mekies juga menyoroti poin-poin penting yang diraih Lawson. "Dia meraih poin penting dengan finis P6. Dia melakukan hal yang sama di Zandvoort, dan di Monza dia akan melakukan hal serupa tanpa kontak dengan Nico [Hulkenberg] dan kerusakan sayap depan. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Gambaran yang sangat berbeda dibandingkan balapan pertama 2025 ketika dia berada di tim. Kami berterima kasih dan senang dengan itu."
Lebih lanjut, Mekies membeberkan area peningkatan yang ditunjukkan Lawson, termasuk pendekatan yang lebih sederhana dalam menjalani akhir pekan balapan. "Saya pikir dia terus berkembang sebagai pembalap, dan dia sangat fokus," tambahnya. "Dia pasti membuat, saya tidak tahu apakah dia berusaha atau tidak, tetapi dia pasti berhasil menjaga segalanya tetap sederhana dalam cara dia bekerja dengan tim, dan dalam cara dia menghadapi performa dirinya dan mobilnya, jadi dia fokus pada hal-hal penting. Dia mencoba melakukan dasar-dasar dengan benar, dan itu berhasil untuknya. Dengan lebih banyak waktu di mobil, Anda bisa mencapai tingkat kehalusan lain, mungkin. Tapi ya, saya pikir pendekatan itu sangat, sangat, sangat kuat."
Hasil positif Lawson datang di saat masa depannya belum pasti. Pemimpin klasemen F2, Nikola Tsolov, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk bergabung dengan tim pada 2027. Namun, performa impresif Lawson di periode keduanya bersama Red Bull bisa menjadi penyelamatnya menjelang akhir musim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!