Rob Smedley, mantan insinyur balap Ferrari, memberi Red Bull nilai lima dari sepuluh untuk paruh pertama F1 2026. Tim asal Milton Keynes itu dinilai gagal tampil konsisten karena terus dihantam masalah "cukup besar" di setiap seri.
Penilaian pedas ini muncul setelah Max Verstappen dan Isack Hadjar berkali-kali mengeluhkan perilaku RB22. Verstappen khususnya sangat vokal mengenai mobil tersebut selama 11 seri pertama. Masalah keseimbangan, konsistensi pace balapan, hingga unit tenaga menjadi momok yang tak kunjung usai.
Musim 2026 adalah debut Red Bull dengan unit tenaga buatan sendiri hasil kerja sama dengan Ford. Sayangnya, mesin tersebut belum memenuhi standar tim. Smedley, dalam podcast High Performance Racing, menegaskan bahwa "Red Bull seharusnya bisa tampil jauh lebih baik."

"Mereka punya terlalu banyak masalah dasar. Seperti kata Max, ada saja masalah berbeda setiap akhir pekan," ujar Smedley. "Itu bukan sekadar masalah operasional yang bisa diatasi. Selalu ada sesuatu yang cukup besar, dan karena itu saya beri nilai lima."
Meski demikian, Red Bull masih punya momen gemilang. Di Grand Prix Hongaria, Verstappen tampil impresif dengan naik dari P6 ke P2. Sayang, sesi kualifikasi sebelumnya memperlihatkan masalah lain: sayap belakang gagal dan membuat Verstappen spin di Q3. Tim kesulitan menjaga konsistensi karena satu akhir pekan bisa kuat, tapi akhir pekan berikutnya berantakan.
Dengan segudang masalah ini, Red Bull harus segera berbenah jika ingin bersaing di paruh kedua musim. Jika tidak, mimpi juara bisa semakin menjauh.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!