Oscar Piastri mengungkapkan rasa “sakit” setelah kalah tipis dari rekan setimnya, Lando Norris, di Grand Prix Hungaria. Berdasarkan analisis mendalam, artikel ini merangkum respons Piastri terhadap kekalahan dramatis tersebut, yang memperketat persaingan di klasemen pembalap.
Transisi ke sorotan utama, balapan ini menonjolkan strategi berbeda McLaren yang membawa Norris menang, sementara Piastri harus puas di posisi kedua.

Piastri finis hanya 0,7 detik di belakang Norris, yang menggunakan strategi satu pit-stop untuk pulih dari posisi kelima pada lap pertama. Strategi dua pit-stop Piastri, yang lebih konvensional, membuatnya kesulitan menyalip meski berhasil menghapus keunggulan Norris setelah pit-stop kedua. Hasil ini memangkas keunggulan Piastri di klasemen pembalap menjadi hanya sembilan poin menjelang jeda musim panas.
“Kalau kalah dengan selisih kecil seperti itu, jelas sedikit menyakitkan,” ujar Piastri kepada media. Meski kecewa, ia mengakui balapan itu “menghibur” baik dari dalam maupun luar kokpit. Podium ke-12 dari 14 balapan musim ini menegaskan performa kuatnya, tetapi kekalahan dari Norris tetap sulit diterima.
Piastri menolak berspekulasi tentang strategi yang seharusnya diambil, menyebutnya “mudah diucapkan setelah balapan selesai.” Ia fokus pada sisi positif, seperti keberhasilannya menyalip Charles Leclerc dari Ferrari, yang mengalami masalah pada stint terakhir. Hal ini memungkinkan Piastri mengamankan posisi kedua.
“Kami berusaha sebaik mungkin dan berhasil melewati Charles,” tambah juara F2 dan F3 ini. Ia menekankan perlunya mengevaluasi strategi untuk balapan mendatang, meski tanpa penyesalan berlebihan atas keputusan tim.
Kekalahan tipis dari Norris menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan internal di McLaren. Dengan keunggulan sembilan poin di klasemen, Piastri tetap menjadi kandidat kuat gelar juara. Konsistensi McLaren, yang mendominasi dengan finis satu-dua di Hungaria, memberikan optimisme untuk paruh kedua musim 2025. Piastri diharapkan memanfaatkan pengalaman ini untuk mempertajam strategi dan performa.
Untuk pembaruan Formula 1 lainnya, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Mattia Binotto ungkap alasan penunjukan Allan McNish sebagai Racing Director Audi F1. Pengalaman manajemen dan sejarah panjang di Audi menjadi faktor kunci.
Laurent Mekies mengungkap Red Bull fokus memperbaiki kepercayaan pembalap terhadap mobil setelah awal musim Formula 1 2026 yang sulit.
Mitch Evans berharap Formula E Monaco 2026 membantu memecahkan masalah pace satu lap Jaguar yang masih menjadi misteri musim ini.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!