SPONSORED

Perang Psikologis Hamilton vs Rosberg Terungkap

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Perang Psikologis Hamilton vs Rosberg Terungkap
TO NEWS OVERVIEW
Hamilton deployed mind games against Rosberg to stay ahead of the German on track

Persaingan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Mercedes bukan sekadar duel kecepatan di lintasan. Otmar Szafnauer, yang kala itu menjabat sebagai Team Principal Force India, mengungkapkan bahwa Hamilton sering melakukan permainan mental untuk mengganggu Rosberg. Dalam podcast High Performance, Szafnauer menceritakan salah satu taktik Hamilton yang cukup unik: menyembunyikan bola sepak yang biasa digunakan Rosberg untuk pemanasan sebelum balapan.

Rosberg memang dikenal memiliki rutinitas khusus sebelum balapan. Ia suka menendang bola sepak untuk merelaksasi diri dan mempertajam refleks. "Rosberg suka menendang bola sebelum balapan. Itu membuatnya rileks dan reaksinya tajam. Dan tahukah Anda apa yang Lewis lakukan? Dia menyembunyikan bola itu," ujar Szafnauer. Taktik ini diakui Szafnauer sebagai bagian dari 'perang psikologis' yang dimainkan Hamilton untuk mengganggu fokus lawannya.

Bukan hanya soal bola, Szafnauer juga mengungkap bahwa Hamilton pernah mengunci diri di toilet pembalap sebelum balapan, mengetahui bahwa Rosberg mungkin membutuhkan waktu untuk buang air kecil. Hal ini mengingatkan pada insiden serupa yang dilakukan Michael Schumacher terhadap Rosberg di Monaco, di mana Rosberg terpaksa buang air kecil di botol di belakang garasi. "Jadi Schumacher melakukannya. Jadi Lewis mungkin belajar. Tapi, Lewis, menyembunyikan bola, saya suka itu," tambah Szafnauer.

Bortoleto Dapat Pujian Binotto, Disandingkan dengan Schumacher
Baca JugaBortoleto Dapat Pujian Binotto, Disandingkan dengan Schumacher

Persaingan Hamilton dan Rosberg sendiri berlangsung sengit selama empat tahun bersama di Mercedes, dari 2013 hingga 2016. Keduanya terlibat beberapa insiden kontroversial di lintasan, termasuk tabrakan di Barcelona 2016. Namun, di balik itu semua, Rosberg akhirnya berhasil mencuri gelar juara dunia 2016 di Abu Dhabi, sebelum memutuskan pensiun dari Formula 1 pada upacara FIA Prize Giving.

ADVERTISEMENT

Kisah ini menjadi bukti bahwa perang di F1 tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di luar. Permainan mental menjadi senjata bagi pembalap untuk mendapatkan keunggulan, dan Hamilton dikenal sebagai salah satu yang mahir dalam hal ini. Szafnauer, yang kini menjadi CEO Aston Martin, memiliki perspektif unik karena pernah berada di paddock selama periode tersebut.

Dengan terungkapnya taktik-taktik ini, para penggemar F1 dapat lebih memahami dinamika persaingan antara dua pembalap top yang pernah menjadi rekan setim. Meskipun Rosberg telah pensiun, kisah rivalitasnya dengan Hamilton akan selalu menjadi bagian dari sejarah F1 modern.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU