SPONSORED

Pepe Martí Ungkap Kekacauan Formula E Berlin

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Pepe Martí Ungkap Kekacauan Formula E Berlin TO NEWS OVERVIEW
© Getty Images 2026

Pepe Martí mengakui Formula E Berlin E-Prix 2026 menjadi pengalaman paling ekstrem dalam karier juniornya setelah menghadapi karakter balapan pack race di Tempelhof Airport Circuit. Pembalap Cupra Kiro tersebut finis ketujuh pada balapan pertama dan posisi ke-12 di race kedua, tetapi hasil itu tidak sepenuhnya menggambarkan kompleksitas strategi energi dan perubahan posisi yang terjadi hampir di setiap tikungan.

Berlin kembali menghadirkan balapan peloton paling agresif di era Gen3 Formula E. Karakter lintasan Tempelhof yang memiliki layout lebar dan zona pengereman panjang membuat pembalap sengaja menghemat energi sambil menunggu momen Attack Mode atau slipstream. Situasi tersebut menghasilkan ratusan overtake sepanjang akhir pekan, termasuk beberapa momen empat mobil berjalan sejajar menuju tikungan pertama. Bagi rookie seperti Martí, pola balapan tersebut sangat berbeda dibanding kategori single-seater konvensional karena posisi lintasan tidak selalu menentukan peluang finis.

Martí menjelaskan bahwa strategi energi sebenarnya berjalan sesuai rencana pada sebagian besar balapan. Namun, perubahan posisi yang sangat cepat membuat eksekusi strategi menjadi sulit diprediksi, terutama ketika pembalap kehilangan momentum di tengah grup besar. Dalam kondisi seperti itu, satu percobaan overtake dapat langsung berubah menjadi kehilangan dua posisi hanya dalam satu sektor.

Leclerc Bela Regulasi Mesin Baru Formula 1
Baca JugaLeclerc Bela Regulasi Mesin Baru Formula 1

"Ini sangat berbeda dibanding motorsport lain. Ada banyak hal yang tidak bisa Anda kontrol. Secara strategi kami sebenarnya melakukan semuanya dengan benar, tetapi terkadang situasinya justru berbalik merugikan kami," ujar Martí.

ADVERTISEMENT

Balapan kedua di Berlin menjadi lebih sulit setelah Martí kehilangan spion kanan sejak awal race. Dalam Formula E modern, visibilitas menjadi faktor penting karena pembalap harus terus memonitor mobil lain yang menggunakan Attack Mode dengan keunggulan tenaga tambahan. Kehilangan referensi visual membuat pembalap Spanyol berusia 20 tahun itu harus mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat di tengah lalu lintas rapat.

Ia mengungkapkan salah satu momen paling berbahaya terjadi ketika mobil Felipe Drugovich muncul dengan Attack Mode di area straight. Dengan kecepatan yang meningkat drastis akibat aktivasi tenaga tambahan, Martí mengaku sempat kesulitan memperkirakan ruang yang tersedia saat tiga mobil berjalan sejajar menuju zona pengereman.

"Ada momen ketika kami bertiga berjalan sejajar dan tiba-tiba Felipe muncul menggunakan Attack Mode. Dalam setengah detik situasinya berubah total. Anda merasa semuanya aman, lalu mendadak seperti menghadapi tembok di depan," katanya.

ADVERTISEMENT

Fenomena pack racing di Berlin kembali memunculkan diskusi mengenai keseimbangan antara efisiensi energi dan racing purity di Formula E. Sejak era Gen3 dimulai, balapan dengan slipstream ekstrem semakin sering terjadi, terutama di sirkuit dengan karakter low-grip seperti Tempelhof. Kondisi permukaan beton bekas bandara membuat degradasi grip sangat tinggi sehingga manajemen energi dan temperatur ban menjadi lebih menentukan dibanding pace murni satu lap.

Bagi Formula E, performa Martí tetap menjadi sinyal positif untuk Cupra dan Kiro Race Co. Rookie asal Spanyol tersebut mampu menjaga konsistensi di tengah balapan paling kacau musim ini, sekaligus menunjukkan perkembangan adaptasi terhadap karakter Gen3 Evo yang menuntut efisiensi energi lebih agresif. Dengan putaran berikutnya menuju fase penentu musim, pengalaman Berlin diperkirakan menjadi referensi penting bagi Martí dalam menghadapi balapan energy-saving lain sepanjang kalender 2026.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU