Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri berhasil mempersempit jarak menjadi hanya 22 poin dari Lando Norris setelah mendominasi sprint Qatar 2025 dengan kemenangan nyaman dari pole position. Kemenangan ini menjadi yang pertama kalinya sejak GP Belanda ia finis di depan rekan setimnya, sekaligus menjadi suntikan moral besar bagi peluang gelar juara dunia pertamanya.
Piastri tiba di Lusail International Circuit dengan selisih 24 poin dari Lando Norris sebelum sprint. Kemenangan delapan poin di sprint langsung memangkas defisit menjadi 22 poin, sementara Max Verstappen kini tertinggal 33 poin dari Norris. Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa karakteristik Lusail yang berkecepatan tinggi dengan grip tinggi sangat cocok dengan MCL39, berbeda drastis dengan trek-trek sebelumnya yang memakan korban Piastri akibat masalah eksekusi, bukan kurangnya pace murni.
Dalam wawancara pasca-sprint, Piastri menjelaskan turnaround krusialnya. “Akhir pekan ini berjalan sangat baik sejauh ini. Semuanya berjalan mulus di sprint tadi. Senang dengan perkembangan sejauh ini, tinggal terus lanjutkan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penurunan performa beberapa balapan terakhir lebih disebabkan oleh faktor eksternal. “Di beberapa akhir pekan terakhir, lebih banyak hal-hal yang salah ketimbang kurangnya kecepatan. Di sini, semuanya berjalan lancar sejauh ini, dan pace-nya sangat kuat. Ini trek yang saya nikmati di masa lalu, jadi saya menikmatinya lagi, jelas sekali.”
Kutipan lengkap Piastri menyoroti pendekatan tenang menjelang kualifikasi: “Perlahan-lahan, semua orang menemukan sedikit tambahan pace selama akhir pekan sprint. Kamu harus keluarkan segala yang bisa dari mobil. Kami akan coba yang terbaik untuk itu, tapi saya rasa pace kami sangat kuat di sini. Lebih ke penyetelan kecil ketimbang mencoba menemukan kembali roda.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan tinggi tanpa euforia berlebih, khas karakter Piastri yang selalu terkendali.
Dampaknya terhadap title fight sangat signifikan. Dengan 50 poin tersisa (34 di Qatar + 26 di Abu Dhabi), Piastri kini menjadi ancaman nyata bagi Norris. Jika ia ulangi dominasi di balapan utama, gelar masih terbuka lebar. Dibandingkan rival, McLaren di bawah Andrea Stella tampil paling konsisten di Lusail, sementara Red Bull dan Mercedes masih berjuang dengan bouncing dan degradasi ban. Secara statistik, Piastri kini mengoleksi 384 poin, Norris 406, dan Verstappen 373, menjadikan kualifikasi hari ini sebagai penentu utama strategi balapan.
Strategi Piastri yang tidak mengincar perubahan drastis menunjukkan kedewasaan luar biasa di tahun keduanya. Berbeda dengan Norris yang terbebani ekspektasi sebagai favorit, Piastri balapan tanpa tekanan berarti, yang justru menjadi senjata mematikan. Lusail, tempat ia meraih sprint win dan podium di 2023 serta 2024, kembali menjadi “rumah” bagi pembalap Australia ini. Jika momentum berlanjut, ia berpotensi mencatatkan kemenangan grand prix ketiga musim ini pada Minggu malam.
Piastri membuktikan bahwa kebangkitan di saat krusial bisa mengubah narasi seluruh musim. Dengan MCL39 yang semakin sempurna di trek berkecepatan tinggi, peluang merebut gelar di Abu Dhabi masih sangat hidup. Ikuti perkembangan terbaru di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!