Formula 1, Sportrik Media – Oscar Piastri akhirnya membuka suara secara mendalam mengenai kesalahan strategi lap ketujuh McLaren yang membuatnya kehilangan kemenangan nyaris pasti pada Grand Prix Qatar 2025.
Pembalap asal Australia itu memulai balapan dari pole position bersama mobil MCL39 setelah mendominasi seluruh sesi di Lusail. Namun, saat safety car keluar pada lap ketujuh akibat mobil Nico Hülkenberg terhenti, tim yang bermarkas di Woking menjadi satu-satunya tim yang tidak memanggil kedua pembalapnya — Oscar Piastri dan Lando Norris — untuk pit stop.
Keputusan tersebut terbukti fatal. Hampir seluruh grid memanfaatkan safety car untuk menyelesaikan satu pit stop wajib karena aturan maksimum 25 lap per set ban, sehingga hanya membutuhkan satu pit stop lagi hingga garis finis 57 lap. Sementara itu, Max Verstappen dari Red Bull Racing langsung melakukan pit dan keluar dengan strategi sempurna untuk merengkuh kemenangan.
Dari dalam kokpit, Piastri mengaku sempat bertanya kepada tim karena tidak ada instruksi hingga mendekati pintu pit. “Saya bertanya ‘Apa yang kita lakukan?’ karena kita sudah sangat dekat dengan pit entry dan belum ada panggilan,” ujar Piastri kepada wartawan pasca-balapan. “Di situasi seperti itu, Anda harus percaya pada tim karena mereka memiliki informasi jauh lebih lengkap mengenai gap dan kondisi ban.”
CEO McLaren Zak Brown bahkan secara terbuka menyatakan, “Kami membuat kesalahan besar. Kami menghadiahkan kemenangan itu kepada orang lain.”
Akibat blunder ini, Piastri harus puas finis P2, sementara Norris turun ke P4. Verstappen kini hanya terpaut 12 poin dari Norris dan unggul 4 poin atas Piastri di klasemen sementara, membuat pertarungan gelar juara dunia 2025 terbuka lebar menjelang seri penutup di Abu Dhabi.
Meski kecewa berat, Piastri tetap menilai akhir pekan Qatar sebagai salah satu penampilan terbaiknya musim ini dari sisi kecepatan murni. “Secara pribadi, ini lebih menyakitkan daripada kehilangan P4 di Las Vegas akibat diskualifikasi,” tambahnya.
Strategi split (memanggil hanya Piastri) sebenarnya bisa mempertahankan posisi terdepan pembalap berusia 24 tahun itu tanpa risiko double-stack, namun tim memilih pendekatan seragam untuk kedua mobil. Keputusan tersebut kini menjadi bahan evaluasi besar bagi kepala tim Andrea Stella dan seluruh pit wall McLaren menjelang balapan penentu gelar.
Dengan kecepatan MCL39 yang terbukti superior sepanjang akhir pekan, Piastri dan Norris masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan di Yas Marina. Yang terpenting, kepercayaan antara pembalap dan tim harus tetap terjaga setelah “pelajaran sangat mahal” di Qatar ini.
Pantau terus analisis mendalam Formula 1 hanya di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!