SPONSORED

Norris Kian Panas, Antara Antonelli dan Gelar yang Kian Menipis

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Norris Kian Panas, Antara Antonelli dan Gelar yang Kian Menipis
TO NEWS OVERVIEW
Norris Kian Panas, Antara Antonelli dan Gelar yang Kian Menipis

Lando Norris kembali membuktikan bahwa McLaren bukan sekadar penantang musiman. Di Zandvoort, Minggu lalu, pembalap asal Inggris itu menuntaskan balapan dengan kemenangan keduanya secara beruntun, sekaligus memangkas jarak poinnya dengan pemuncak klasemen, Andrea Kimi Antonelli.

Kemenangan ini terasa istimewa karena datang di sirkuit yang tahun lalu menjadi saksi pahit mimpi gelarnya kandas. Kini, dengan paket upgrade MCL40 yang terus berkembang, Norris kembali berperan sebagai pemburu, bukan lagi yang diburu. Start dari pole, ia sempat kehilangan posisi saat restart berdiri di lap kedua, namun kesabaran di awal balapan membuahkan hasil manis.

Pada lap 54 dari 72, Norris melakukan manuver berani di luar Lewis Hamilton yang belum pit stop, lalu mengambil alih pimpinan balapan dari Antonelli di Tikungan 1. Setelah itu, ia melesat tanpa gangguan hingga finis. Performa ini menegaskan bahwa Lando Norris sedang dalam performa terbaiknya, dan McLaren kini punya mobil yang bisa menang di banyak seri.

Hasil F1 GP Belanda 2026: Norris Menang, Verstappen DNF
Baca JugaHasil F1 GP Belanda 2026: Norris Menang, Verstappen DNF

Namun, jarak 83 poin dengan Antonelli masih sangat tebal. Pertanyaannya, akankah Kimi Antonelli dan Mercedes mampu memberikan respons dengan paket upgrade berikutnya? Jika tidak, musim ini bisa berubah menjadi drama yang tak terduga.

ADVERTISEMENT

Lawson Manfaatkan Peluang Emas

Kisah lain datang dari Liam Lawson. Dipanggil kembali ke Red Bull setelah cedera pergelangan tangan yang dialami Isack Hadjar, Lawson tampil meyakinkan sejak kualifikasi. Ia mengunci posisi kedelapan, hanya 0,115 detik di belakang Max Verstappen—catatan yang bahkan jarang dicapai Hadjar sepanjang musim ini.

Ketika Verstappen tersingkir setelah crash di awal balapan, Lawson menjadi harapan utama Red Bull. Meski tidak mampu mengejar podium, penampilannya di Zandvoort menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan di masa depan. Ini adalah kesempatan yang ia rebut dengan kedua tangan, dan bisa menjadi titik balik kariernya bersama tim utama.

Dengan kegagalan Verstappen, persaingan di papan atas semakin menarik. Akankah Lawson bisa mempertahankan performa ini di seri-serie berikutnya? Atau apakah ini hanya kilatan sesaat? Yang jelas, Red Bull kini punya dua pembalap yang bisa diandalkan, meski satu di antaranya masih dalam tahap pembuktian.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU