Lando Norris dari McLaren meraih kemenangan epik di Grand Prix Hungaria, mengalahkan rekan setimnya Oscar Piastri dengan selisih 0,698 detik untuk mencatatkan kemenangan ke-200 McLaren di Formula 1. Charles Leclerc dari Ferrari, yang start dari pole, gagal finis di podium setelah mendapat penalti. Analisis SPORTRIK mengupas dinamika balapan yang penuh drama ini.
Norris ⚔️ Piastri: How did they not collide?! 😱#F1 #HungarianGP pic.twitter.com/Wu3LmlcOwP
— Formula 1 (@F1) August 3, 2025
Duel Sengit Norris dan Piastri
Norris memulai balapan dengan turun ke posisi kelima di belakang Leclerc, Piastri, George Russell dari Mercedes, dan Fernando Alonso dari Aston Martin. Namun, ia dengan cepat menyalip Alonso. McLaren kemudian beralih ke strategi satu pit stop untuk Norris pada lap 31, berbeda dengan strategi dua pit stop Piastri, yang masuk pit pada lap 19 dan 46.

Piastri, yang berusaha menyalip Leclerc untuk memimpin, berhasil melampaui pembalap Ferrari tersebut setelah performa Leclerc menurun. Namun, pada lap 68, Piastri mencoba menyalip Norris di Tikungan 1, tetapi gagal menutup selisih 0,698 detik hingga garis finis. “Strategi satu pit stop Norris dan ketahanan bannya menjadi penentu kemenangan,” menurut analisis SPORTRIK.
Kegagalan Leclerc dan Penalti
Leclerc, yang memulai balapan dari pole, kehilangan kecepatan setelah pit stop awal Piastri gagal menggesernya. Namun, manuver bertahannya yang berlebihan terhadap Russell dianggap tidak wajar, sehingga ia mendapat penalti waktu lima detik. Akibatnya, Leclerc finis keempat, di belakang Russell yang merebut posisi ketiga pada delapan lap terakhir. “Penalti ini menghancurkan peluang podium Leclerc,” kata analisis SPORTRIK.
Kemenangan ini memangkas jarak poin Norris dengan Piastri, pemimpin klasemen, menjadi hanya sembilan poin menjelang jeda musim panas. Norris menempuh 41 lap dengan ban keras yang sama, menunjukkan pengelolaan ban yang luar biasa. Sementara itu, Max Verstappen dari Red Bull dan Lewis Hamilton dari Ferrari menghadapi kesulitan, dengan Verstappen menghadapi penyelidikan atas insiden dengan Hamilton. “Kemenangan ke-200 McLaren ini menegaskan potensi mereka untuk gelar juara,” menurut analisis SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!