SPONSORED

Norris Akui McLaren Keteteran, Sebut Posisi Enam Batas Maksimal

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Norris Akui McLaren Keteteran, Sebut Posisi Enam Batas Maksimal
TO NEWS OVERVIEW
Norris Akui McLaren Keteteran, Sebut Posisi Enam Batas Maksimal

Akhir pekan balap yang panjang dan penuh drama di Sirkuit Sepang menyisakan evaluasi mendalam bagi kubu McLaren. Meskipun kedua pembalapnya berhasil merangsek masuk ke zona poin, hasil akhir Grand Prix tersebut sama sekali belum memuaskan ekspektasi tinggi tim asal Woking ini. Di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah akibat guyuran hujan deras, Oscar Piastri sukses mengamankan posisi keenam di garis finis, sementara sang juara dunia bertahan Lando Norris harus puas tertahan di peringkat kesembilan.

Petaka bagi tim bermesin oranye ini bermula dari keputusan strategi awal yang terbukti keliru. Selepas hujan deras mengguyur lintasan, McLaren menjadi satu-satunya tim yang nekat memberangkatkan para pembalapnya menggunakan kompon ban medium. Keputusan tersebut langsung berbuah petaka karena hilangnya cengkeraman secara masif di awal lomba, membuat kedua pembalap kehilangan banyak posisi penting dari para rival terdekat mereka.

Situasi sempat membaik ketika Valtteri Bottas mengalami insiden yang memicu kemunculan safety car pertama. Momentum ini dimanfaatkan dengan sigap untuk segera beralih ke ban intermediate, sebuah keputusan tepat yang membantu memulihkan posisi mereka, terutama setelah beralih ke kompon ban keras di stint berikutnya. Namun, jalannya lomba kembali berantakan ketika periode Virtual Safety Car akibat insiden Alex Albon dinaikkan statusnya menjadi safety car penuh.

Perombakan Puncak HRC: Keiichi Yasuda Gantikan Koji Watanabe
Baca JugaPerombakan Puncak HRC: Keiichi Yasuda Gantikan Koji Watanabe

Berbeda dengan strategi jitu yang diterapkan oleh Ferrari, McLaren memilih untuk tidak segera masuk ke jalur pit untuk pergantian ban lanjutan. Keputusan taktis ini mengorbankan potensi hasil yang lebih baik. Dilansir dari FormulaPassion, Oscar Piastri mengungkapkan bahwa balapan kali ini berjalan sangat liar dan penuh kejutan, di mana mereka sempat mencoba peruntungan dengan ban slick sebelum akhirnya langsung masuk pit untuk memakai intermediate. Meski sempat menunjukkan kecepatan impresif saat memakai ban keras untuk mengejar Charles Leclerc, laju tersebut akhirnya terhenti oleh kemunculan safety car menjelang akhir balapan.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Oscar Piastri menegaskan bahwa timnya secara keseluruhan masih kekurangan kecepatan murni untuk benar-benar mendominasi barisan depan. Menurutnya, para rival utama seperti Red Bull Racing menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan akhir pekan ini. Walaupun komponen baru pada mobil berfungsi sesuai rencana, para pesaing lain juga melakukan progres pesat sehingga saat ini McLaren belum berada dalam level perebutan kemenangan, dan kini mereka harus mengalihkan fokus total menatap seri berikutnya di Singapura.

Nestapa Lando Norris kian lengkap ketika dirinya nyaris mengalami insiden fatal di bawah periode safety car akibat insiden Alex Albon. Pembalap bernomor #1 tersebut terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindari tabrakan dengan rekan setimnya sendiri, yang berujung pada aksi melebar ke area gravel dan membuatnya melorot ke posisi sembilan. Merefleksikan kekacauan balapan tersebut, Lando Norris secara terbuka mengakui bahwa perjudian ban medium di awal terbukti menjadi blunder kolektif yang merugikan. Lebih dari sekadar salah strategi, ia menekankan bahwa masalah utama terletak pada kurangnya kecepatan dasar mobil di sepanjang balapan.

“Dalam balapan yang kacau ini, perjudian awal kami jelas tidak membuahkan hasil karena cengkeraman ban tidak sesuai harapan, dan itu adalah keputusan bersama yang ternyata salah. Namun, kita harus jujur pada diri sendiri bahwa mobil kami memang tidak cukup cepat. Kami kekurangan pace balapan dan harus melakukan pembenahan besar jika ingin kompetitif. Saya rasa kami tidak akan bisa meraih hasil lebih baik dari posisi keenam atau ketujuh, bagaimanapun skenario jalannya balapan,” ujar Lando Norris menegaskan realitas pahit performa McLaren di Sepang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU