Nasser Al-Attiyah resmi mengamankan gelar juara umum keenam Reli Dakar setelah menuntaskan etape final Dakar Rally 2026 dengan pendekatan penuh kontrol dan manajemen risiko. Mengusung Dacia Sandrider, pembalap Qatar tersebut sukses mempertahankan keunggulan krusial atas Nani Roma dalam penutup reli yang berlangsung menegangkan hingga kilometer terakhir.
Memasuki special stage terakhir sejauh 105 kilometer, misi Al-Attiyah sangat jelas: menghindari kesalahan navigasi dan masalah teknis yang berpotensi menghapus keunggulan 16 menit yang telah ia bangun sejak etape sebelumnya. Tekanan meningkat setelah insiden navigasi di kategori motor yang menimpa Ricky Brabec, menjadi pengingat bahwa Dakar tidak pernah memberi ruang bagi kesalahan, bahkan di hari terakhir.
Di sektor antara kilometer 21 hingga 43, Al-Attiyah sempat kehilangan sekitar delapan menit dari keunggulannya. Namun alih-alih panik, ia langsung menurunkan tempo, memilih jalur aman, dan fokus menjaga ritme. Pendekatan konservatif ini terbukti efektif ketika ia melintasi garis finis dengan keunggulan 9 menit 42 detik atas Roma, cukup untuk mengunci kemenangan keseluruhan tanpa harus memenangi etape penutup.

Gelar ini menjadi kemenangan Dakar keenam bagi Al-Attiyah, sekaligus semakin mendekatkannya pada rekor legenda reli Stephane Peterhansel dalam kategori mobil. Peterhansel masih memegang delapan gelar mobil, namun dominasi Al-Attiyah dalam era modern Dakar menegaskan statusnya sebagai tolok ukur reli lintas alam saat ini.
Meski tidak memenangkan etape terakhir, Al-Attiyah juga tidak memecahkan rekor kemenangan etape sepanjang masa. Catatan 50 kemenangan etape masih dimiliki bersama oleh Al-Attiyah, Peterhansel, dan Ari Vatanen. Pada etape final, Mattias Ekstrom tampil tercepat, menutup reli dengan kemenangan etape penting bagi kubu Ford.
Roma harus puas mengakhiri Dakar 2026 di posisi kedua, sementara Ekstrom melengkapi podium keseluruhan di urutan ketiga. Sebastien Loeb, juara dunia reli sembilan kali, finis keempat, tepat di depan Carlos Sainz, pereli veteran dengan empat gelar Dakar dan dua gelar WRC.
Dakar Rally 2026 kembali menegaskan hakikat reli paling brutal di dunia: konsistensi, kecermatan navigasi, dan kecerdasan strategi jauh lebih menentukan dibanding kecepatan murni. Al-Attiyah menunjukkan seluruh elemen tersebut, terutama di fase akhir saat tekanan berada di titik maksimum. Dengan gelar keenam ini, ia tidak hanya memperkuat statusnya sebagai ikon Dakar modern, tetapi juga mengukuhkan Dacia sebagai kekuatan baru yang sah di puncak reli dunia.
Klasemen Akhir Dakar Rally 2026 – Kategori Mobil
| Pos | Pembalap | Tim | Waktu / Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Nasser Al-Attiyah | Dacia | 48:56:53 |
| 2 | Nani Roma | Ford | +9:42 |
| 3 | Mattias Ekstrom | Ford | +14:33 |
| 4 | Sebastien Loeb | Dacia | +15:10 |
| 5 | Carlos Sainz | Ford | +28:30 |
Dengan reli telah berakhir, fokus kini bergeser ke implikasi jangka panjang: peta kekuatan pabrikan, perburuan rekor, dan rivalitas menuju edisi berikutnya. Dakar Rally sekali lagi membuktikan reputasinya—gelar hanya jatuh ke tangan mereka yang mampu bertahan dan berpikir hingga garis finis terakhir.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!