SPONSORED

MotoGP Siap Pindahkan GP Qatar ke Negara Lain

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
MotoGP Siap Pindahkan GP Qatar ke Negara Lain TO NEWS OVERVIEW
MotoGP Siap Pindahkan GP Qatar ke Negara Lain

MotoGP tidak menutup kemungkinan untuk memindahkan Grand Prix Qatar ke negara lain di tengah ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah. Langkah ini bisa meniru strategi yang diambil Formula 1, yang memindahkan Grand Prix Bahrain ke Malaysia. Kepastian itu disampaikan langsung oleh direktur olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, dalam wawancara dengan Autosport.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Teluk Persia telah berdampak besar pada kalender balap tahun ini. Sejumlah kejuaraan terpaksa membatalkan atau menunda agenda mereka. Formula 1 awalnya menunda GP Arab Saudi dan Bahrain, namun kemudian memutuskan untuk menggelar GP Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 4 Oktober. Sementara GP Arab Saudi resmi dibatalkan untuk musim 2026.

Situasi serupa kini dihadapi MotoGP. Sirkuit Losail di Doha seharusnya menjadi tuan rumah seri keempat pada 11-12 April, tetapi akhirnya dijadwalkan ulang ke 6-8 November. Namun, keamanan tetap menjadi kekhawatiran utama. Beberapa pemasok yang bekerja sama dengan MotoGP memiliki kebijakan internal yang melarang karyawan mereka bepergian ke daerah berisiko tinggi.

Acosta Dorong KTM: Kita Tidak Jauh dari Posisi 3
Baca JugaAcosta Dorong KTM: Kita Tidak Jauh dari Posisi 3

Ezpeleta mengakui bahwa opsi pindah tempat sedang dipertimbangkan. “Kami adalah keluarga yang sama dengan F1, Liberty Media, jadi masalah ini jelas ada di pikiran kami,” ujarnya. “Namun, situasinya berbeda. Kami hanya punya satu balapan di Timur Tengah, dan dari sudut pandang komersial, musim dengan 21 seri jelas sudah cukup.”

ADVERTISEMENT

Keputusan akhir soal GP Qatar sangat kompleks. Secara logistik, mencari sirkuit pengganti dalam waktu singkat yang memenuhi standar keamanan MotoGP dan tersedia bukan perkara mudah. Ditambah lagi, hanya dua pekan setelah GP Qatar, seluruh peralatan harus siap untuk GP Portugal. “Kami berada di titik di mana sebagian besar sirkuit Eropa sudah terisi,” kata Ezpeleta. “Jujur, saya berharap kami bisa tetap ke Qatar, dan itu yang sedang kami fokuskan.”

MotoGP SEG memberikan batas waktu hingga akhir bulan ini untuk mengambil keputusan. Jika situasi di Timur Tengah tidak membaik, kalender musim depan juga bisa berubah. Rencana awal, Thailand akan menjadi seri pembuka 2027 pada 5-7 Maret, dan Qatar dijadwalkan menjadi seri kedua sepekan kemudian. Namun, konflik ini bisa mengubah skenario itu.

Keputusan ini akan menjadi ujian besar bagi MotoGP dalam menjaga kelangsungan musim di tengah ketidakpastian geopolitik. Para penggemar tentu berharap balapan tetap berjalan, baik di Qatar maupun di tempat lain yang aman.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU