Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat memunculkan spekulasi besar mengenai nasib penutup musim Formula 1, namun Mohamed Ben Sulayem secara tegas menjamin keselamatan seluruh anggota paddock untuk seri balap mendatang.
Situasi keamanan di kawasan tersebut memang menjadi sorotan tajam setelah berbagai ketegangan dan konflik bersenjata terjadi dalam beberapa waktu terakhir, yang sebelumnya bahkan berdampak pada kalender balap dunia.
Meskipun demikian, Presiden Federasi Internasional Automotif tersebut menegaskan bahwa keputusan untuk tetap menggelar balapan di Sirkuit Lusail dan Sirkuit Yas Marina didasarkan pada pertimbangan keselamatan yang sangat matang serta penilaian realitas di lapangan.

Dalam keterangannya kepada para awak media, orang nomor satu di badan pengatur motorsport dunia itu menekankan bahwa dirinya tidak akan pernah mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan staf, pembalap, maupun para pejabat yang bertugas.
"Qui usiamo il buon senso: non porteremmo mai il nostro personale, i piloti o i funzionari in un luogo che riteniamo rischioso; assolutamente no," ujar Mohamed Ben Sulayem saat memberikan konfirmasi resmi terkait status balapan penutup musim.
Lebih lanjut, ia memberikan argumen yang sangat personal untuk meyakinkan publik bahwa kondisi di Uni Emirat Arab berada dalam kendali yang aman dan jauh dari apa yang sering digambarkan oleh pemberitaan media internasional.
"I miei figli si trovano li negli Emirati Arabi Uniti. Pensate davvero che li lascerei li, mentre io sono qui con voi, se la situazione fosse pericolosa? Bisogna essere ragionevoli," tambahnya dengan mengonfirmasi bahwa kedua seri penutup tetap berjalan sesuai jadwal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!