Lando Norris mengakui bahwa ia harus membuat keputusan yang jauh lebih bijak setelah insiden gesekan dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, pada balapan sprint Grand Prix Singapura. Manajemen tim langsung mengambil tindakan tegas dengan menggelar evaluasi internal di pabrik Woking guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di sisa kalender balap musim ini.
Insiden tersebut bermula ketika manuver agresif di tikungan membuahkan hasil negatif bagi kedua pembalap, yang berujung pada hilangnya pundi-pundinya poin krusial di klasemen kejuaraan. Prinsipal tim Andrea Stella menegaskan pentingnya menjunjung tinggi prinsip balap tim, kendati pembicaraan lanjutan pekan lalu telah menutup babak kelam tersebut secara resmi.
"Saya bertanggung jawab atas kesalahan saya, dan saya belajar darinya," ujar Norris dalam pratinjau resmi tim menjelang Grand Prix Amerika Serikat. "Tim ini adalah motivasi saya setiap akhir pekan, dan tujuan saya adalah membalas kerja keras semua orang dengan terus berkembang, mengambil keputusan yang lebih baik, dan mewakili tim dengan cara terbaik."

Di sisi teknis, McLaren menghadapi tantangan berat selama rangkaian balapan beruntun menyusul lonjakan performa rival utama mereka, Red Bull, serta ketangguhan Ferrari di trek jalan raya. Meskipun paket pembaruan MCL40 berfungsi sesuai rencana, ketatnya persaingan membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk menemukan kestabilan pengereman.

Menghadapi akhir pekan di Sirkuit Americas, Austin, kepala perancang Rob Marshall mengungkapkan bahwa skuad Oranye Pepaya membawa paket peningkatan moderat yang berfokus pada area depan dan revisi kecil pada lantai mobil guna mendongkrak kepercayaan diri pengemudi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!