Oscar Piastri kehilangan kemenangan di Grand Prix Inggris 2025 akibat penalti 10 detik karena pengereman mendadak di belakang safety car. Sementara itu, George Russell tidak dihukum untuk insiden serupa di Kanada. Apa perbedaannya? Berikut analisis SPORTRIK.
Pada lap 21 Grand Prix Inggris, saat safety car akan masuk pit, Piastri, yang memimpin balapan, mengerem keras di antara tikungan 14 dan 15. Kecepatannya turun dari 218 km/jam ke 52 km/jam dengan tekanan rem 59,2 psi. Hal ini memaksa Max Verstappen, di posisi kedua, mengambil tindakan menghindar untuk menghindari tabrakan, bahkan sempat menyalip Piastri sebelum mengembalikan posisi. Steward menilai pengereman Piastri “tidak wajar” berdasarkan regulasi FIA Pasal 55.15, yang melarang pengereman atau manuver berbahaya setelah lampu safety car dimatikan. Akibatnya, Piastri mendapat penalti 10 detik dan dua poin penalti di superlisensi, membuatnya finis kedua di belakang rekan setimnya, Lando Norris. Kondisi hujan dan visibilitas rendah memperparah situasi, meningkatkan risiko pengereman mendadak Piastri.
© 2025 Getty Images

Insiden serupa terjadi di Kanada, di mana Russell mengerem di belakang safety car, menyebabkan Verstappen menyalip. Namun, Russell tidak dihukum. Data menunjukkan Russell hanya menggunakan tekanan rem 30 psi, menurunkan kecepatan dari 140 km/jam ke 85 km/jam, jauh lebih ringan dibandingkan Piastri. Steward menilai tindakan Russell sebagai prosedur standar untuk memanaskan ban, bukan pengereman tidak wajar. Selain itu, kondisi lintasan kering di Kanada mengurangi risiko dibandingkan hujan di Silverstone. Oleh karena itu, steward menganggap insiden Piastri lebih berbahaya, terutama karena terjadi saat safety car akan restart.
Piastri berkata:
“Saya merasa penalti ini keras. Saya tidak melakukan hal berbeda dari restart sebelumnya.”
Christian Horner, bos Red Bull, menambahkan:
“Penalti Piastri wajar, tapi aneh Russell tidak dihukum di Kanada.”
Mengapa Piastri dihukum tapi Russell tidak? Baca analisis lengkap di SPORTRIK!
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Mattia Binotto ungkap alasan penunjukan Allan McNish sebagai Racing Director Audi F1. Pengalaman manajemen dan sejarah panjang di Audi menjadi faktor kunci.
Laurent Mekies mengungkap Red Bull fokus memperbaiki kepercayaan pembalap terhadap mobil setelah awal musim Formula 1 2026 yang sulit.
Mitch Evans berharap Formula E Monaco 2026 membantu memecahkan masalah pace satu lap Jaguar yang masih menjadi misteri musim ini.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!