Kemenangan sensasional Kimi Antonelli di Grand Prix Italia dari posisi paling belakang tidak hanya berkat performa impresif, tetapi juga keputusan strategi yang cerdik dan momen virtual safety car (VSC) yang tepat. Pembalap Italia itu menjadi satu-satunya pembalap Mercedes yang melakukan pit stop saat balapan, dan akhirnya mengalahkan rekan setimnya sekaligus rival kejuaraan, George Russell.
Mercedes memang sengaja membagi strategi kedua pembalapnya. Setelah red flag awal, Antonelli memakai ban medium—satu-satunya opsi yang memungkinkannya bertahan hingga akhir tanpa berhenti, karena ia memulai balapan dengan ban keras. Sementara itu, Russell yang start dengan ban medium kemudian berganti ke ban keras setelah balapan dihentikan menyusul kecelakaan Charles Leclerc, dan bertahan dengan ban itu hingga finis.
Untuk Antonelli, Mercedes memanfaatkan kesempatan saat VSC muncul akibat mobil Lance Stroll berhenti di lap 27 untuk mengganti bannya ke kompon keras. Saat itu, Antonelli sudah melewati beberapa pembalap dan sedang bertarung dengan Russell untuk memimpin, meski tim memintanya untuk tidak menyerang rekan setimnya agar bisa membangun jarak dari Max Verstappen.

Keputusan untuk memanggil Antonelli ke pit diambil meskipun ia melaporkan bahwa ban mobilnya masih dalam kondisi baik. Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa tim sendiri tidak tahu pasti strategi mana yang lebih unggul. "Kami tidak tahu strategi mana yang lebih baik," ujarnya kepada media, termasuk Autosport. "Pada tahap itu, sistem mengatakan bahwa satu kali pit stop (untuk Russell) akan lebih unggul. Dua kali pit stop akan mendekat di akhir, tapi tidak akan mengejar. Jadi itulah kata perangkat lunak."
Wolff juga menegaskan bahwa membagi strategi adalah keputusan yang tepat karena situasinya tidak pasti. "Di pertemuan pagi, kami bilang ban keras akan bertahan selamanya. Anda bisa start dan finis dengan ban itu, dan Anda bisa lihat dengan George, ban itu memang awet tetapi tidak memiliki performa seperti ban medium," jelasnya. Keputusan untuk mengganti ban Antonelli juga didasari oleh tanda-tanda keausan yang terlihat dari data, termasuk pada mobil Lewis Hamilton dan McLaren.
Russell sendiri percaya bahwa ia memiliki kecepatan yang cukup untuk memenangkan balapan jika Antonelli menjalani strategi yang sama dengannya. "Saya akan senang jika bisa melanjutkan dengan strategi yang sama," katanya dalam konferensi pers pasca-balapan. "Karena saya merasa ..." Namun, pada akhirnya, strategi berbeda yang dijalankan Antonelli terbukti menjadi kunci kemenangannya, memperlihatkan bagaimana keputusan berani dan adaptasi cepat dapat mengubah jalannya balapan di level tertinggi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!