Lando Norris dan Oscar Piastri harus puas melihat George Russell melesat jauh di lintasan lurus Baku. Dalam kualifikasi Grand Prix Azerbaijan, Russell mencatatkan waktu yang sangat kompetitif, sementara Piastri tertinggal delapan persepuluh detik dan Norris bahkan lebih lambat 1,1 detik. Selisih ini mengejutkan mengingat kedua tim menggunakan power unit Mercedes yang sama.
Baku bukanlah sirkuit yang ramah bagi McLaren. Karakteristik sirkuit jalanan sepanjang 6 km ini didominasi tikungan lambat, di mana mobil MCL40 belum mampu tampil optimal. Keunggulan McLaren di tikungan berkecepatan tinggi, yang terlihat di Hungaria dan Zandvoort, tidak banyak membantu di Azerbaijan. Tim membawa paket upgrade untuk meningkatkan efisiensi downforce, namun dampaknya kurang terasa karena sirkuit Baku lebih menuntut performa di tikungan lambat dan stabilitas pengereman.
Selain itu, efisiensi aerodinamis di trek lurus menjadi kelemahan McLaren. Meski sama-sama menggunakan mesin Mercedes, top speed Russell bisa mencapai 10 km/jam lebih tinggi dari Piastri. Analisis dari GP-Tempo menunjukkan bahwa McLaren menggunakan gearing yang lebih pendek dibanding Mercedes, sehingga pembalap harus melakukan shift up lebih awal. Ini membuat mereka kehilangan potensi kecepatan puncak di lintasan lurus panjang Baku.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, mengakui bahwa timnya belum mengoptimalkan power unit untuk balapan seperti yang mereka lakukan di kualifikasi. "Kami membayar harganya di balapan," ujarnya. Stella juga menambahkan bahwa upgrade yang dibawa bekerja dengan baik, tetapi tidak cukup untuk mengubah karakteristik mobil di tikungan lambat. "Kami membutuhkan paket yang jauh lebih besar untuk membuat perbedaan di Baku."
Di sisi lain, Mercedes tampaknya telah menemukan keseimbangan yang tepat antara performa kualifikasi dan balapan. Russell, yang kembali ke performa terbaiknya, mampu memanfaatkan setiap celah di sirkuit Baku. Kemenangannya di Azerbaijan menjadi bukti bahwa tim Brackley masih tim yang harus diperhitungkan, terutama di sirkuit yang mengandalkan tenaga mesin.
Bagi McLaren, hasil di Baku menjadi pelajaran berharga. Mereka perlu meningkatkan pemahaman tentang power unit Mercedes dan mengoptimalkan pengaturan mobil untuk berbagai jenis sirkuit. Dengan sisa musim yang masih panjang, McLaren harus segera bangkit jika ingin bersaing di papan atas. Sementara itu, Mercedes akan berusaha mempertahankan momentum menjelang balapan berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!