Max Verstappen menyatakan dirinya tidak ingin menjalani dua seri penutup Formula 1 2026 di Qatar dan Abu Dhabi apabila kondisi konflik di kawasan Timur Tengah masih menimbulkan risiko perjalanan. Pernyataan tersebut muncul ketika kepastian penyelenggaraan kedua Grand Prix itu masih menunggu keputusan final yang diperkirakan dibuat pada pertengahan Oktober.
F1 hingga kini belum memastikan apakah Qatar dan Abu Dhabi dapat tetap digelar sesuai jadwal. Lusail International Circuit dan Yas Marina Circuit masih tercantum sebagai lokasi dua seri terakhir musim, sementara Imola disiapkan sebagai alternatif apabila kondisi keamanan dinilai tidak memungkinkan bagi rombongan Formula 1 untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah.
Verstappen menyampaikan sikap tersebut ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali berlomba di kedua negara. Pembalap Red Bull Racing itu mengakui memiliki pengalaman positif saat mengunjungi kedua negara, tetapi menilai situasi geopolitik menjadi pertimbangan yang lebih penting apabila konflik masih berlangsung di kawasan tersebut.

"Saya selalu sangat menikmati pergi ke negara-negara tersebut. Tetapi ketika Anda tahu bahwa perang berada sangat dekat dan beberapa negara mungkin sedang berkonflik satu sama lain, saya rasa Anda tidak seharusnya pergi ke sana."
Verstappen juga menegaskan bahwa keberadaan kontrak bukan faktor yang mengubah pandangan pribadinya. Namun, ia menyadari keputusan akhir bukan berada di tangannya. Ketika ditanya apakah kedua balapan tetap akan berlangsung terlepas dari keberatannya, Verstappen menjawab bahwa kemungkinan tersebut tetap ada.
"Tidak masalah apakah ada kontrak atau tidak; itu pendapat pribadi saya. Tetapi itu bukan keputusan saya."
"Sayangnya, ya."
Jika Qatar dan Abu Dhabi akhirnya harus dikeluarkan dari kalender, Imola menjadi opsi pengganti yang telah disiapkan. Sirkuit tersebut menawarkan karakter lintasan yang dikenal Verstappen, tetapi penyelenggaraan pada Desember menghadirkan tantangan berbeda karena potensi suhu rendah dan hujan yang tinggi.
Verstappen sendiri tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia bahkan melihat potensi balapan basah di Imola sebagai sesuatu yang menarik meskipun kondisi tersebut dapat menyulitkan penggunaan ban hujan F1. Dengan demikian, keputusan akhir mengenai dua seri penutup musim 2026 tidak hanya akan menentukan lokasi penutupan kejuaraan, tetapi juga format tantangan yang akan dihadapi para pembalap pada akhir musim.
"Itu akan menjadi kekacauan dengan ban hujan kami, saya rasa. Tetapi saya sebenarnya tidak masalah dengan itu. Itu sirkuit yang menyenangkan, tentu saja."
Keputusan mengenai Qatar dan Abu Dhabi kini ditunggu hingga pertengahan Oktober. Sampai keputusan resmi dibuat, Lusail dan Yas Marina tetap menjadi rencana utama, sedangkan Imola berada dalam posisi siaga sebagai alternatif apabila kondisi perjalanan menuju Timur Tengah dianggap tidak aman.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!