McLaren masih terus mempelajari cara terbaik memanfaatkan unit tenaga Mercedes di tengah musim regulasi mesin baru Formula 1 2026. Bos tim, Andrea Stella, mengakui bahwa proses pemahaman ini berjalan bertahap dan belum sepenuhnya tuntas.
Stella menjelaskan bahwa timnya kerap menemukan hal-hal baru secara rutin tentang perilaku power unit Mercedes. Temuan-temuan kecil ini, menurutnya, menjadi kunci untuk mengoptimalkan performa mobil di setiap seri balapan.
“Masih ada beberapa faktor acak yang sebenarnya hanya tampak acak. Ini engineering; segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, bukan kebetulan,” ujar Stella kepada media, termasuk RacingNews365, dikutip dari materi yang diterima.

Sejak awal musim, McLaren memang mengalami kesulitan memanfaatkan mesin Mercedes secara penuh, terutama dibandingkan tim pabrikan. Masalah awal bahkan sempat membuat Lando Norris dan Oscar Piastri gagal start di China – sebuah insiden ganda yang tak terlupakan.
Ini kali pertama sejak McLaren kembali bermesin Mercedes pada 2021, Stella merasa timnya berada dalam posisi tertinggal sebagai tim pelanggan mesin. Meski begitu, ia menegaskan hubungan dengan Mercedes HPP tetap solid dan kolaboratif.
“Kami masih butuh beberapa balapan lagi untuk memahami sepenuhnya perilaku power unit dan cara mengeksploitasinya,” tambah Stella. “Baru sekarang, di pertengahan musim, kami mulai memiliki alat yang diperlukan untuk mengantisipasi, mengoptimalkan, dan mempelajari sensitivitas ini.”
Stella percaya bahwa pemahaman yang lebih baik akan datang seiring waktu. “Jika perubahan kecil terjadi, kami akan tahu konsekuensi besarnya. Itu yang belum bisa kami lakukan sebelumnya. Tapi ini tidak mungkin tanpa kolaborasi kuat dengan HPP, yang selalu saya tekankan,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!