McLaren Tanyakan Perubahan Mesin Red Bull: Termasuk Batas Biaya?

McLaren Tanyakan Perubahan Mesin Red Bull: Termasuk Batas Biaya?
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media – Kepala tim McLaren Formula 1, Andrea Stella, mempertanyakan apakah perubahan keseluruhan unit daya pada mobil Max Verstappen di Grand Prix Brasil 2025 akan dimasukkan ke dalam batas pengeluaran tim Red Bull. Langkah ini memicu perdebatan di paddock mengenai celah regulasi yang membebaskan biaya suku cadang tambahan. Keputusan tersebut membantu Verstappen finis di posisi keenam dari start di pitlane, dan menyoroti keseimbangan antara biaya serta performa di musim ini.

 

Pada sesi kualifikasi Grand Prix Brasil tanggal 3 November 2025, Verstappen hanya menduduki posisi ke-16. Hal itu mendorong tim Red Bull untuk menarik mobilnya dari area parc fermé guna melakukan modifikasi pengaturan, termasuk penggantian mesin pembakaran internal kelima, turbocharger, MGU-K, MGU-H, serta baterai dan unit pengendali elektronik ketiga. 

 

Penggantian tersebut melebihi kuota tahunan yang ditetapkan. Akibatnya, Verstappen harus memulai balapan dari pitlane sebagai pengganti penalti grid. Aturan Formula 1 membebaskan biaya unit daya hingga 15 juta euro, tetapi komponen tambahan karena alasan peningkatan performa, bukan kegagalan pabrikan, seharusnya dikenai biaya ekstra yang masuk ke dalam batas pengeluaran 135 juta euro per tim. Stella, yang timnya bersaing sengit dengan Red Bull di klasemen konstruktur, menekankan perlunya kejelasan setelah balapan. "Perubahan unit daya seperti ini menantang regulasi, dan saya ingin mengetahui apakah biayanya dimasukkan ke batas pengeluaran atau tidak," katanya.

Kepala tim McLaren Formula 1, Andrea Stella, mempertanyakan apakah perubahan keseluruhan unit daya pada mobil Max Verstappen di Grand Prix Brasil 2025 akan dimasukkan ke dalam batas pengeluaran tim Red Bull

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan akibat kerusakan, melainkan upaya optimalisasi performa. Hal ini berbeda dengan kasus sebelumnya di mana tim seperti Mercedes melakukan penggantian mesin karena masalah keandalan tanpa biaya tambahan. Di Brasil, Verstappen memperoleh keunggulan 20 hingga 25 tenaga kuda, setara dengan 0,08 hingga 0,1 detik per putaran, yang memungkinkannya melakukan aksi menyalip agresif di zona traksi. Namun, Stella meragukan pengaruh degradasi pada unit daya modern. 

ADVERTISEMENT

 

"Unit baru saat ini tidak memberikan keuntungan signifikan karena jarak tempuh yang rendah. Itulah sebabnya tim jarang melakukan penggantian meskipun ada penalti posisi," jelasnya. Dampaknya, Red Bull memperlebar keunggulan poin konstruktur atas McLaren menjadi 45 poin, meskipun Lando Norris meraih podium di posisi kedua. Bandingkan dengan tahun 2021, saat batas pengeluaran pertama kali diterapkan, langkah serupa berpotensi memicu penyelidikan Federasi Otomotif Internasional seperti kontroversi aerodinamika Red Bull.

 

Stella menambahkan, "Jika untuk alasan performa, maka harus dimasukkan ke batas pengeluaran. Kita tunggu saja." Ia menyatakan bahwa McLaren tidak akan mengambil langkah serupa demi menjaga transparansi biaya, yang menekankan prinsip kesetaraan antar tim. Sementara itu, spekulasi di paddock menyebutkan bahwa unit daya baru Verstappen berkontribusi pada pemulihannya yang mengesankan. Namun, Stella meyakini faktor utama adalah strategi ban dan kondisi hujan di Sirkuit Interlagos. 

 

Federasi Otomotif Internasional, sebagai pengawas, diharapkan memberikan klarifikasi segera untuk menghindari tuduhan ketidakadilan, serupa dengan kontroversi tahun 2023. Prospek ke depan, jika dikonfirmasi masuk batas pengeluaran, Red Bull harus mengalokasikan biaya tambahan antara 500 ribu hingga 1 juta euro. Hal itu akan memengaruhi pengembangan mobil tahun 2026 di bawah aturan baru.

 

Dalam konteks rivalitas musim 2025, isu ini memperkuat posisi McLaren sebagai penjaga integritas olahraga. Terutama ketika Christian Horner dari Red Bull membela keputusan tersebut sebagai prosedur standar. Tanpa respons dari Federasi Otomotif Internasional, ketegangan bisa meningkat menjelang Grand Prix Abu Dhabi. 

 

Ulasan mendalam menunjukkan bahwa regulasi batas pengeluaran memerlukan penyesuaian untuk unit daya hibrida, guna mencegah eksploitasi oleh tim dengan anggaran besar.

Kontroversi di Brasil ini merangkum dilema Formula 1: inovasi melawan aturan. Kejelasan dari Federasi Otomotif Internasional sangat penting untuk musim depan, memastikan persaingan yang adil antara tim seperti McLaren dan Red Bull. Pantau terus analisis terkini di Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU