Advertisement Sportrik
15s

Max Verstappen Ungkap Janji Abadi ke Dietrich Mateschitz di Red Bull

Max Verstappen Ungkap Janji Abadi ke Dietrich Mateschitz di Red Bull
© Red Bull Content Pool

Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen mengungkapkan sebuah mimpi yang pernah ia bagikan dengan pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, jauh sebelum wafatnya tokoh kunci tersebut pada Oktober 2022. Juara dunia Formula 1 empat kali itu menegaskan bahwa komitmennya untuk tetap bersama tim hingga akhir karier masih menjadi tujuan yang ingin ia wujudkan.

Hubungan antara Verstappen dan Mateschitz terbentuk sejak pembalap asal Belanda tersebut direkrut ke keluarga Red Bull pada usia 16 tahun melalui program junior yang juga melibatkan Red Bull Racing serta tim pengembangan saat itu, Scuderia Toro Rosso. Dukungan dari struktur manajemen, termasuk figur seperti Helmut Marko dan prinsipal tim Christian Horner, menjadi fondasi bagi perjalanan Verstappen menuju puncak Formula 1.

Pada awal 2022, Verstappen menandatangani salah satu kontrak terpanjang dalam sejarah Formula 1 yang mengikatnya dengan Red Bull hingga akhir musim 2028. Kesepakatan tersebut menegaskan niatnya untuk membangun karier jangka panjang bersama tim yang juga bermitra dengan pabrikan mesin Honda. Meskipun beberapa musim terakhir diwarnai spekulasi mengenai klausul performa yang berpotensi membuka peluang keluar, Verstappen sejauh ini tetap mempertahankan komitmen tersebut.

George Russell Menang F1 Australia 2026, Regulasi Baru Jadi Sorotan Global
Baca JugaGeorge Russell Menang F1 Australia 2026, Regulasi Baru Jadi Sorotan Global

“Saya ingat ketika Dietrich masih hidup. Saya mengatakan kepadanya bahwa mimpi saya — dan juga mimpinya — adalah saya tetap di sini selamanya, selama karier saya berlangsung,” kata Verstappen kepada The Times.

ADVERTISEMENT

“Saya sangat senang bahwa sebelum ia meninggal dunia, saya sempat mengatakan bahwa niat saya masih sama untuk mewujudkan mimpi itu, dan sejauh ini semuanya berjalan cukup baik.”

Verstappen juga menekankan bahwa loyalitas terhadap tim merupakan elemen penting dalam perjalanan kariernya di Formula 1. Ia menjadi salah satu contoh langka pembalap modern yang memilih bertahan lama dalam satu struktur tim, bahkan sebelum meraih gelar juara dunia pertamanya pada musim 2021 setelah promosi dari Toro Rosso ke Red Bull pada 2016.

“Biasanya pembalap bukanlah faktor stabil dalam sebuah tim karena orang sering datang dan pergi. Jadi saya bangga bisa menjadi bagian yang stabil,” ujar Verstappen.

ADVERTISEMENT

“Loyalitas bagi saya adalah hal yang sangat penting. Itu tidak selalu terjadi di Formula 1, tetapi begitulah cara saya bekerja. Anda ingin membangun tim terkuat di sekitar Anda, namun ketika ada banyak kesuksesan, wajar jika orang lain mencoba merekrut orang-orang terbaik dari tim tersebut.”

Pernyataan tersebut kembali menegaskan hubungan jangka panjang antara Verstappen dan Red Bull, di tengah dinamika kompetitif Formula 1 modern yang sering diwarnai perpindahan pembalap dan staf teknis. Dengan kontrak yang masih berjalan hingga 2028, masa depan Verstappen di Red Bull tetap menjadi salah satu faktor kunci dalam peta persaingan kejuaraan dunia beberapa musim mendatang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU