Max Verstappen menolak untuk merasa puas setelah gagal merebut posisi start terdepan dan harus puas mengamankan grid kedua di belakang Kimi Antonelli dalam sesi kualifikasi Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut secara terbuka mengaku bahwa tidak ada alasan bagi dirinya untuk tersenyum lebar menyusul hilangnya cengkeraman ban secara tiba-tiba di fase penentuan Q3.
Performa awal sang juara dunia bertahan sebenarnya sempat menjanjikan ketika ia tampil kompetitif menggunakan set ban bekas di sesi Q1 dan Q2. Namun, situasi berubah drastis ketika memasuki Q3 di Circuit of the Americas, di mana ia tertinggal 0,179 detik dari sang pembalap muda asal Italia dan hanya unggul tipis 0,36 detik dari rekan setimnya yang tampil impresif di posisi ketiga.
Dilansir dari Motorsport.com, pembalap asal Belanda itu menjelaskan kendala teknis yang dihadapinya secara mendetail. la merasa kehilangan kestabilan pada bagian belakang mobil pada sektor terakhir lintasan yang membuat catatan waktunya langsung merosot tajam dari ekspektasi awal tim.

Ketika disinggung mengenai faktor cuaca atau embusan angin yang kencang, ia tidak ingin serta-merta menjadikannya sebagai alibi utama atas kegagalannya merebut pole position. Meski mengakui kondisi angin sempat memengaruhi putaran terakhirnya, masalah utama justru terletak pada karakteristik ban baru yang gagal memberikan grip optimal.
Menatap balapan utama esok hari dari barisan terdepan, sang bintang utama tetap realistis meski hasil akhir di atas kertas tampak cukup baik untuk mengamankan poin penting kejuaraan. Tim teknik kini harus bekerja keras menganalisis mengapa mobil justru terasa jauh lebih nyaman dikendalikan saat menggunakan ban bekas ketimbang set ban baru yang segar.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!