Max Verstappen Terpukul Melihat Perjuangan Berat Hamilton di Ferrari 2025

Max Verstappen Terpukul Melihat Perjuangan Berat Hamilton di Ferrari 2025
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Musim balap 2025 telah menjadi periode transisi yang sangat menantang bagi salah satu ikon terbesar olahraga ini. Lewis Hamilton, yang membuat keputusan mengejutkan untuk berpindah ke tim Kuda Jingkrak awal tahun ini, menghadapi realitas pahit tanpa satu pun podium hingga akhir musim. Situasi ini tidak hanya memicu spekulasi mengenai masa depannya, tetapi juga mengundang simpati mendalam dari rival terberatnya, Max Verstappen.

 

Kepindahan juara dunia tujuh kali tersebut ke Scuderia Ferrari awalnya digadang-gadang sebagai babak baru yang gemilang. Namun, kenyataan di lintasan berkata lain. Hamilton mengakhiri musim ini dengan selisih 86 poin di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc. Meskipun kecepatan balapan mereka sering kali terlihat setara dalam telemetri, hasil akhir di papan klasemen menunjukkan disparitas yang signifikan, terutama dalam konsistensi pengumpulan poin.

 

Masalah teknis pada mobil SF-25 tampaknya menjadi salah satu faktor utama, namun Hamilton secara spesifik kesulitan dalam performa satu lap. Hal ini memuncak pada catatan buruk di akhir musim, di mana ia mengalami eliminasi di sesi Q1 kualifikasi sebanyak tiga kali berturut-turut. Ini merupakan tren kualifikasi terburuk yang dialami pembalap asal Inggris tersebut sejak pertengahan tahun 2009, sebuah statistik yang tentu sangat membebani mental sang pembalap veteran.

 

ADVERTISEMENT

Meskipun mereka pernah terlibat dalam salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah F1 pada tahun 2021, Max Verstappen dari Red Bull Racing menunjukkan sisi humanisnya. Dalam wawancara akhir musim dengan Viaplay, Verstappen menolak untuk berspekulasi mengenai pensiunnya Hamilton, namun mengakui bahwa melihat rivalnya dalam kondisi seperti itu adalah hal yang menyakitkan.

"Saya harus memberitahu Anda, sungguh menyakitkan melihatnya seperti itu," ujar Verstappen, yang kini telah mengamankan gelar juara dunia keempatnya. Komentar ini muncul setelah pertanyaan mengenai apakah Hamilton akan menyerah di tengah tekanan performa yang menurun dan spekulasi media yang mendesaknya untuk gantung helm.

 

Selain itu, manajemen tim di bawah arahan Fred Vasseur kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk musim dingin. Mereka harus memastikan bahwa kesenjangan performa antara kedua pembalap mereka dapat diminimalisir untuk musim 2026. Hamilton sendiri bersikeras bahwa ia akan kembali dan ingin membalap lebih lama dari kontraknya saat ini, sebuah tekad yang juga didukung oleh keyakinan Verstappen.

 

Oleh karena itu, narasi bahwa Hamilton akan meninggalkan F1 tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, tekanan untuk segera bangkit di musim depan akan menjadi ujian terberat dalam karier panjangnya.

Untuk berita terbaru dan analisis mendalam lainnya, kunjungi Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU