Max Verstappen harus puas mengakhiri Grand Prix Amerika Serikat di posisi ketiga setelah mengalami akhir pekan yang pelik di Circuit of the Americas. Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut secara terbuka mengkritik strategi pemilihan ban timnya serta serangkaian kendala teknis yang menghambat laju mobil RB22 sepanjang balapan utama.
Meskipun berhasil mengamankan tempat di podium, pembalap asal Belanda itu sama sekali tidak menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai bahwa skuad asal Milton Keynes tersebut tampil di bawah standar dan terlalu mengandalkan formula sukses dari seri-seri sebelumnya di Malaysia dan Singapura, tanpa mengantisipasi karakteristik unik dari trek di Austin.
Dalam konferensi pers pascabalap, sang juara dunia mengakui bahwa keputusan menggunakan kompon yang lebih lunak terbukti menjadi bumerang. Ia menjelaskan bahwa kompon tersebut tidak bekerja dengan baik, sementara para rival yang menggunakan ban lebih keras justru mampu menemukan cengkeraman lintasan yang jauh lebih optimal sepanjang balapan.

Masalah Andrea Kimi Antonelli yang melenggang mulus menuju kemenangan dengan strategi satu kali pit stop menggunakan ban keras tidak mampu diimbangi oleh Red Bull yang memilih strategi dua kali berhenti. Verstappen menambahkan bahwa kelemahan mendasar pada keseimbangan RB22 membuat mereka kesulitan bersaing di tikungan lambat maupun cepat.
Selain masalah strategi ban dan degradasi, Verstappen juga mengeluhkan kendala pada unit daya serta gangguan komunikasi radio yang semakin menguras waktu lap bebasnya. Evaluasi menyeluruh kini harus segera dilakukan oleh tim untuk mencari jawaban atas performa yang dinilai hanya berada di tingkat rata-rata tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!