Mantan penasihat Helmut Marko kini resmi banting setir ke dunia teknologi usai meninggalkan panggung Formula 1. Pria berusia 83 tahun tersebut dilaporkan telah menjadi investor di sebuah perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal Austria bernama Lebensstimmen GmbH, yang menawarkan platform pesan digital pascakematian.
Pengumuman keterlibatan sosok yang berjasa melahirkan juara dunia seperti Max Verstappen itu disampaikan dalam sebuah acara peluncuran resmi di Hotel Mandarin Oriental, Wina. Perusahaan yang berbasis di Graz ini beroperasi secara internasional dengan mengusung nama Words That Remain, dirancang khusus sebagai bentuk perencanaan akhir hayat berbasis digital.
Platform inovatif tersebut memungkinkan para penggunanya untuk merekam atau menuliskan berbagai pesan personal semasa hidup, yang nantinya bakal disampaikan kepada orang-orang terkasih setelah mereka tiada. Selain itu, startup ini juga menyediakan alat bantu bagi keluarga yang sedang berduka serta menghadirkan fitur AI eulogist bernama Fabertar hasil kerja sama dengan pemuka agama setempat.

Dalam keterangan resminya, Marko mengaitkan keputusan investasinya ini dengan filosofi dunia balap yang telah digelutinya selama puluhan tahun bersama skuad Milton Keynes. Ia menilai bahwa inovasi dan keberanian dalam merangkul teknologi baru selalu menjadi kunci utama dalam meraih kesuksesan di lintasan balap maupun di luar trek.
"Motorsport tidak pernah diserahkan begitu saja pada keburuntungan; hal itu ditingkatkan melalui keberanian untuk konsisten menggunakan teknologi baru demi kepentingan orang banyak. Itulah persis sikap yang saya kenali dalam diri Lebensstimmen," ungkap Marko dalam pernyataan resminya. Dilansir dari Motorsport.com, platform ini dijadwalkan meluncur penuh pada kuartal pertama tahun 2027.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!