Pembalap andalan Red Bull Racing, Max Verstappen, meluapkan kekesalannya setelah dijatuhi hukuman penalti mundur ke posisi start paling buncit pada Grand Prix Brasil di Sirkuit Interlagos. Hukuman tersebut harus diterima sang juara dunia bertahan akibat keputusan tim memasang unit daya baru secara menyeluruh pada mobil RB22 miliknya, yang langsung mengubur peluangnya bertarung di barisan depan.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diwarnai guyuran hujan deras di Sao Paulo, sesi kualifikasi sempat tertunda lebih dari satu jam dan langsung dihentikan melalui bendera merah pada fase Q1. Memanfaatkan waktu tunggu yang panjang di garasi, pembalap asal Belanda itu mengaku menghabiskan waktunya untuk memantau pertandingan Liga Utama Inggris demi mengusir rasa jenuh sebelum kembali mengenakan pakaian balapnya.
"Pertandingan antara Nottingham Forest dan Manchester City adalah laga terakhir yang saya tonton sebelum masuk ke dalam mobil. Skornya 3-1, dan saya bahkan sempat melihat sebuah gol indah tepat sebelum kembali ke kokpit," ujar Max Verstappen kepada awak media di Brasil. "Namun, saya tetap akan start dari posisi paling belakang, jadi itu tidak mengubah apa pun. Saya merasa telah kehilangan waktu 12 jam dalam hidup hari ini yang tidak akan pernah bisa kembali lagi."

Meski tetap turun ke lintasan basah dan mampu menembus hingga babak Q2, Max Verstappen memilih untuk tidak melanjutkan sesi demi menghemat ban kompon basah sebagai antisipasi cuaca hujan pada balapan utama hari Minggu. Ketika ditanya apakah ia sempat menikmati jalannya sesi kualifikasi yang penuh drama tersebut, ia memberikan jawaban yang sangat realistis mengenai kondisi psikologisnya di garasi.
"Tidak juga, karena saya tidak sedang bertarung untuk memperebutkan apa pun," ucapnya menegaskan. "Pikiran saya sudah terpusat sepenuhnya pada hari esok, jadi sesi tadi hanya sekadar menuntaskan satu putaran tanpa mengambil risiko apa pun. Setiap putaran yang saya catatkan memang berada di papan atas, tetapi bagi saya itu sama sekali bukan sebuah kejutan."
Memulai balapan dari posisi ke-21 atau tepat satu baris di belakang pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, Max Verstappen sama sekali tidak berharap dapat mengulangi aksi fenomenal menyusul dari posisi ke-17 hingga keluar sebagai pemenang seperti musim sebelumnya. Menurutnya, regulasi teknis baru serta karakteristik lintasan lurus panjang di Interlagos akan membuat upaya penyelipannya menjadi jauh lebih sulit.
"Hal itu mungkin dilakukan pada masa lalu, tetapi sekarang kami tidak lagi memiliki DRS. Selain itu, mode menyalip sangat terbatas di sini karena lintasan lurus yang panjang," jelas Max Verstappen. "Semua orang menguras kapasitas baterai mereka, sehingga selisih kecepatan di trek lurus akan menjadi jauh lebih kecil. Situasinya akan terasa mirip seperti di Meksiko, sehingga menyalip akan jauh lebih sulit dari biasanya."
Sementara itu, posisi start terdepan untuk balapan utama sepanjang 71 putaran akan ditempati oleh pembalap McLaren, Lando Norris, yang sukses mengamankan pole position. Ia akan berdampingan di barisan terdepan bersama juara dunia baru asal Mercedes, Kimi Antonelli, yang tampil gemilang di hadapan para rival dalam kondisi trek basah Interlagos.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!