Sesi kualifikasi basah yang menegangkan di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menyisakan rasa penasaran bagi Liam Lawson. Pembalap muda asal Selandia Baru tersebut tampil gemilang dengan menembus sesi Q3 dan mengunci posisi start ketiga berkat kombinasi catatan waktunya serta penalti yang dijatuhkan kepada pembalap lain. Kendati demikian, ia secara terbuka mengakui merasa kurang puas karena kecepatan mobil Racing Bulls miliknya sebenarnya menyimpan potensi untuk mengamankan posisi start yang jauh lebih baik di baris terdepan.
Kondisi lintasan yang diguyur hujan memaksa para kontestan untuk langsung tancap gas sejak detik pertama sesi penentuan akhir dimulai. Berada tepat di belakang Fernando Alonso pada putaran pemanasan out-lap membuat Lawson kehilangan momentum krusial akibat jarak yang terlalu rapat. Situasi tersebut memaksanya untuk membatalkan percobaan kedua yang sangat berharga ketika intensitas air hujan semakin lebat mengguyur lintasan sirkuit.
Berbicara kepada awak media selepas sesi kualifikasi, pembalap andalan Racing Bulls itu tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas kesalahan taktis yang ia perbuat sendiri. "Menurut saya sebagai seorang pembalap, Anda pasti ingin memaksimalkan segalanya dan saya merasa kami belum sepenuhnya berhasil hari itu," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa dirinya terlalu dekat dengan mobil Aston Martin di depannya pada percobaan awal sehingga gagal mengeluarkan potensi maksimal kendaraan secara utuh.

Catatan waktu akhir menempatkan Lawson selisih 0,226 detik lebih lambat dari Kimi Antonelli. Seandainya ia mampu melibas catatan waktu tersebut, peluang start dari baris terdepan terbuka sangat lebar mengingat rival terdekatnya menghadapi kendala teknis. Keuntungan penalti grid yang menimpa pembalap lain pada akhirnya mendongkrak posisinya ke barisan tiga besar untuk menghadapi balapan utama akhir pekan ini.

Menatap jalannya balapan yang diprediksi bakal berlangsung dalam kondisi cuaca tidak menentu, Lawson tetap optimis dengan ritme balap mobilnya. Tim asal Faenza tersebut dinilai memiliki paket aerodinamika yang kompetitif di berbagai kondisi trek, baik dalam keadaan basah maupun kering. Di tengah ketidakpastian masa depan kontraknya untuk musim mendatang, penampilan konsisten di barisan depan ini menjadi bukti sahih kapasitas kompetitif sang pembalap di kancah ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!